Tampilkan postingan dengan label berita silat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita silat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2016

Jalan menanjak menuju perubahan

PSTD SYAHBANDAR telah berdiri di SMAN 6 TANGERANG (sebelumnya bernama SMAN 5 TANGERANG)  sejak 1996 yang mengkhususkan melatih para guru dan karyawan sekolah guna melindungi lingkungan sekolah dan para murid, karena pada tahun-tahun 90an masih sering terjadi tawuran. Beberapa diantara guru yang berlatih syahbandar kemudian menjadi pembina hingga kini seperti Pak Soetrisno,  Bu Saarah,  Pak Asikin,  dan Pak Bob. 

Tahun 1998, syahbandar mulai diajarkan kepada para siswa, dengan melihat bahwa remaja berumur 15 tahun dianggap telah mampu melindungi diri sendiri dan tentu telah mampu bertanggung jawab. Pada awalnya tidak ada batasan atau tidak ada ukuran pembelajaran,  semua diajarkan.  Baik tenaga dalam,  kebatinan, mental dan fisik. Banyak pengalaman,  kisah dan pelajaran yang menjadi cerita dari mulut ke mulut,  bukan saja menjadi dongeng belaka tapi juga menjadi catatan perkembangan syahbandar ditangerang. Kemudian ditahun-tahun berikutnya sistem dalam syahbandar dibenahi,  baik sistem organisasi maupun sistem pelatihan.

Tahun berikutnya,  ketika sudah banyak senior yang tidak aktif.  Syahbandar tetap bertahan dengan sistem yang ada.  Tidak berubah tapi nyatanya gaya hidup anak-anak remaja yang perlahan berubah. Jika dulu banyak perempuan yang berlatih silat,  perlahan peminat silat dari kalangan perempuan menurun drastis. Jika dulu banyak anak laki-laki yang senang mengolah tubuh dengan berolahraga tapi kemudian banyak yang lebih betah berlama-lama main game dirumah.

Saya (Dolly,  perempuan,  bergabung tahun 2003) merasakan banyak perubahan ketika angkatan saya berlatih dengan angkatan-angkatan muda kemudian.  Jika angkatan saya dulu berlatih dengan sangat keras dan tetap datang berlatih ketika hanya latihan fisik yang dijalani tapi angkatan sesudahnya malah tidak lagi terdengar kabar. Jika angkatan saya suka membicarakan soal silat dan kehebatannya maka yang lain membicarakan soal chatting atau fasion. Pada awalnya pun saya ikut karena ada teman yang
dikenal ikut latihan juga,  beberapa kali kemudian dia mengundurkan diri,  saya sendiri sempat merasa bimbang melanjutkan atau tidak. Apalagi ketika tahun saya bergabung, terkuaklah kasus-kasus kekerasan pada siswa-siswa di tingkat SMA dan perguruan tinggi. Tapi saya memutuskan untuk melanjutkan dan lebih banyak berlatih dengan partner laki-laki. Banyak juga diangkatan saya yang mengundurkan diri dari 150anak tersisa 35anak.

2004-2006 saya mulai belajar melatih,  pada awalnya hanya melatih pemanasan dan fisik (biar fisik saya sendiri kurang bagus), kemudian belajar jadi motivator agar rekan-rekan muda tetap bertahan latihan silat dan hal lainnya. Pada tahun kelulusan tersisa 30orang yang kemudian hanya bertahan 5orang. Yang kemudian tersisa 3 orang hingga saat ini.

Tahun 2008 saya mendapat kesempatan melatih satu angkatan baru. Melatih dengan metoda saya sendiri,  santai dan tidak terlalu banyak porsi latihan,  tapi apa yang terjadi,  ketika kenaikan tingkat kemampuan dibawah rata-rata dari angkatan sebelumnya. Banyak saya menerima masukan dan omelan,  bukan menyerah saya justru kembali belajar. Tahun berikutnya, 2009, saya kembali merubah metoda latihan,  30% fisik,  20% teknik silat (saya belum menguasai banyak)  50% jurus dan ban-banan.  Hasilnya?  Hanya naik sedikit dari tahun sebelumnya.

Akhir tahun 2009-2010 saya kembali belajar teknik disela-sela melatih,  mulai dari membaca buku, melihat video-video silat,  mendalami lagi jurus-jurus sampai membedahnya menjadi satuan-satuan kecil. Meminta penjelasan sedetail mungkin, mengingatnya dan mencatatnya mengikuti jadwal tambahan dan menyempatkan diri datang ke cabang latihan lain. Senior saya sendiri belajar seni silat seperti tepak tiga,  dan mulai belajar silat tanding yang kemudian diajarkan sebagai materi latihan tambahan tidak wajib.

Tahun 2010-2012, materi silat tanding dan seni silat mulai diajarkan,  walau tidak diuji,  tapi menjadi tolak ukur pelatih dalam mengembangkan syahbandar. Teknik dasar pun ditambahkan dengan gerakan-gerakan dasar pukulan,  yang tentunya dipakai dalam gerak radikal dan jurus. Teknik kuda-kuda juga menjadi lebih beragam,  teknik melangkah dan teknik lainnya mulai diajarkan perlahan dan menambah pengetahuan pelatih dan anggota lainnya. Hasilnya meninggalkan senior-senior yang bisa dipercaya melatih dicabang baru.

Pertambahan teknik-teknik tersebut berbanding terbalik dengan pertambahan anggota-anggotanya.  Anggota sedikit sekali sehingga kadang terlihat lucu ketika latihan karena yang datang kebih banyak senior dan pelatihnya. Pada tahun-tahun itu juga dibuka beberapa cabang latihan. Tetap dijalankan biarpun anggotanya sedikit.

Tahun 2013 telah banyak pembicaraan mengenai mau kemana syahbandar melangkah. Tetapkan sebagai silat semi tradisional ataukan berubah menjadi silat yang lebih modern seutuhnya?  Pembicaan tersebut masih belum mendapat jalan dan arah.  Yang para pelatih lakukan hanya melatih dengan materi yang ada. Fisik,  teknik dasar tendangan dan pukulan,  radikal dan jurus. Kemudian percobaan beberapa anggota mengikuti pertanding,  ternyata hasilnya tidak terlalu mengecewakan.

Tahun 2015 saya sendiri melatih di SMAN 6 Tangerang,  sesekali didamping beberapa senior. Teman seangkatan saya dan beberapa rekan sabuk biru melatih di cabang lain. Dengan materi pelatihan dimulai dari pemanasan disambung teknik dasar hingga jam istirahat,  kemudian dilanjutkan dengan jurus dan radikal. Hasilnya tidak terlalu buruk,  fisik mereka terjaga,  teknik juga cukup bagus dan jurus syahbandar tetap bisa diprioritaskan. Ditahun ini juga dewan yang memimpin syahbandar mengijinkan pra pelatih mengajarkan teknik pertandingan tanpa mengurangi teknik khas syahbandar.

Bisa dibayangkan untuk merubah arah saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun,  dengan saling bertukar pikiran,  pengetahuan,  teknik dan berkorban waktu,  tenaga dan materi. Seperti jalan menanjak yang licin,  harus berhati-hati,  perlahan dan sabar. Ya itu jalan menanjak menuju perubahan.

Semoga setiap perubahan di syahbandar tidak menghilangkan keaslian,  ke-khas-an,  dan menjaga keberadaan syahbandar hingga masa tidak ditentukan.

Salam syahbandar!!

Tambahan :
Senior saya bertanya soal emas dalam tumpukan sampah,  apakah itu berharga atau tidak?  Apakah itu layak diperjuangkan atau tidak?  Jawab saya,  emas tetap emas dimana pun dia berada,  di dalam tanah,  ditempat sampah sekalipun, tapi butuh perjuangan yang keras dan tekad yang bulat,  mau menggali tanah atau menghanguskan sampah atau hanya mau memandang dari luar.
Terima kasih atas ilmu dan sarannya.

Senin, 08 Agustus 2016

Pembukaan Cabang Baru

Telah dibuka cabng latihan PSTD Syahbandar di Sport Center Grand Duta Jatiuwung.

Kelas dewasa
Usia : 20-40tahun
Jadwal Latihan : Malam Minggu, 20.00-22.30 wib
Materi Latihan : silat tradisional dan tenaga dalam.
Biaya :
1. Pendaftaran : Rp. 100.000
2. Iuran Anggota : Rp. 180.000 / Bulan
3. Seragam : Rp. 220.000 / Stell

Kelas anak dan remaja
Usia : 10-19 tahun
Jadwal latihan : Minggu, 15.00-17.00 WIB
Materi latihan : silat seni dan silat olahraga
Biaya :
1. Pendaftaran : Rp. 100.000
2. Iuran Anggota : Rp. 100.000 / Bulan
3. Seragam : Rp. 160.000 / Stell

Persyaratan:
1. Mengisi Formulir dan membayar uang pendaftaran dengan melampirkan pas foto
2. Melampirkan tanda pengenal
3. Membayar Iuran Perbulan.
4. Sehat Jasmani dan Rohani.
5. Membayar uang seragam (dapat diangsur).
6. Dapat mengikuti tata tertib ketika latihan.

Keterangan:
1. Bebas uang pendaftaran bagi 100 pendaftar pertama.

Contact Person :
Dolly M. : 085885829027

Selasa, 25 September 2012

Cara Daftarkan Perguruan Ke IPSI


IPSI sebagai wadah yang dibentuk dan diakui oleh pemerintah bertugas menaungi perguruan-perguruan pencak silat. Menurut saya, seharunya IPSI bersifat aktif dalam melaksanakan tugasnya baik itu mendata perguruan-perguruan pencak silat maupun mengadakan event-event pencak silat, tapi sepengamatan saya IPSI tidak terlalu aktif dalam mendata perguruan-perguruan pencak silat sehingga banyak perguruan-perguruan yang kesannya asing dengan IPSI.

Jika pihak IPSI tidak terlalu aktif dalam mendata perguruan-perguruan pencak silat yang ada maka perguruan-perguruan tersebutlah yang harus aktif mendaftarkan diri ke IPSI, agar dapat pembinaan dari IPSI.

Bagaimana caranya dan syaratnya apa saja?

Cara untuk daftarkan perguruan ke IPSI adalah datangi kantor IPSI terdekat, bawa syarat-syarat yang diperlukan isi formulisnya deh, hehehehe, Berikut penjelasan lebih lengkap.

Untuk menjadi anggota IPSI Kecamatan, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
yang bersangkutan mempunyai anggota aktif sekurang-kurangnya 25 orang (Biasanya yang diminta adalah jajaran pengurus dan pelatih)

Untuk menjadi anggota IPSI Kabupaten / Kota, organisasi dan/atau perguruan
pencak silat yang bersangkutan mempunyai jumlah Kecamatan sekurang-kurangnya
seperempat (1/4) dari jumlah IPSI Kecamatan yang terdapat di wilayah kerja IPSI
Kabupaten / Kota bersangkutan. Ketentuan ini tidak berlaku bagi Kabupaten / Kota
yang belum mempunyai IPSI Kecamatan dan hanya ada satu (1) organisasi dan/atau
perguruan pencak silat di wilayahnya, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
bersangkutan dapat secara langsung mendaftar menjadi anggota IPSI Kabupaten /
Kota yang terkait.

Untuk menjadi anggota IPSI Provinsi, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
yang bersangkutan harus mempunyai jumlah Cabang yang seluruhnya telah menjadi
anggota IPSI Kabupaten / Kota sekurang-kurangnya setengah (1/2) dari jumlah IPSI
Kabupaten / Kota yang terdapat di wilayah kerja IPSI Provinsi bersangkutan.

Untuk menjadi anggota IPSI Pusat, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
yang bersangkutan harus mempunyai jumlah Wilayah dan/atau Cabang yang seluruhnya
telah menjadi anggota IPSI Provinsi sekurang-kurangnya pada 10 dan/atau setengah
(1/2) + satu (1) IPSI Provinsi.

Dalam memenuhi persyaratan untuk mendapatkan keanggotaan IPSI, organisasi
dan/atau perguruan pencak silat harus mengisi formulir yang dapat diperoleh dari
pengurus IPSI setempat dan menyerahkan kembali bersama dengan lampiran-lampiran
lain, yaitu :

1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi dan/atau perguruan yang
sejiwa dan selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPSI.
2. Penjelasan tentang sumber aliran dan sejarah berdirinya organisasi dan/atau
perguruan pencak silat bersangkutan (Alangkah baiknya disebutkan dengan jelas asal keilmuan sang gurunya)
3. Susunan pengurus dan jumlah anggota.
4. Surat pernyataan kesanggupan menjunjung tinggi nama dan kehormatan IPSI dan
mendukung serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kebijakan dan program
IPSI.

Formulir yang telah diisi dan lampiran-lampirannya diserahkan kepada pengurus
IPSI yang bersangkutan, yaitu :
Untuk keanggotaan IPSI Pusat kepada PB IPSI.
Untuk keanggotaan IPSI Provinsi kepada Pengprov IPSI.
Untuk keanggotaan IPSI Kabupaten / Kota kepada Pengkab / Pengkot IPSI.
Untuk keanggotaan IPSI Kecamatan kepada Pengcam IPSI.

Pengurus IPSI yang bersangkutan melakukan penilaian terhadap kebenaran
syarat-syarat dan pengisian formulir keanggotaan IPSI dan lampiran-lampiran yang
telah ditentukan.

Apabila semua syarat dan formulir keanggotaan IPSI beserta lampirannya dinilai
cukup benar, maka organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan
diberi sertifikat (surat keterangan) keanggotaan IPSI. Duplikat sertifikat
tersebut dikirim kepada pengurus IPSI setingkat di atasnya dan kepada PB IPSI.

Nah sudah tau kan bagaimana cara daftarnya, jadi kalau sudah bisa terpenuhi syarat-syaratnya tak ada salahnya daftar ke IPSI.

Kemudian muncul pertanyaan apakah jika pencak silat tradisonal mendaftarkan diri ke IPSI maka harus mengikuti pertandingan?

Menurut saya TIDAK HARUS, karena pendaftaran hanya berakibat hukum diakui dan berhak dapat pembinaan. Perguruan pencak silat tradisional sebaiknya mempertahankan ciri khasnya, karena pencak silat tanding berakar dari pencak silat tradisional. Jika yang tradisional sudah tidak ada maka kemudian silat tanding seperti duel biasa saja.

Sekian.

Sumber,(lupa)

Senin, 30 April 2012

SERAGAM LATIHAN

Liat kan foto-foto diatas, berbagai macam seragam silat tuh.

Seragam, Hakikatnya sebuah kain yang menutupi tubuh ketika latihan untuk melindungi tubuh dari panas, dingin dan yang lainnya, tapi kemudian menjadi sebuah identitas keanggotaan sebuah perguruan.

Bagaimana sikap anda terhadap seragam silat anda?


saya punya kenalan yang bisa menerima pesanan seragam silat, baju seragam lainnya
Andreas 085811230565, harga tergantung bahan, kalo pesan banyak biasa bisa lebih murah, bilang saja tau dari dolly...

Kamis, 19 Mei 2011

hanya ini yg bisa kubagi


by Iwan Setiawan on Thursday, 19 May 2011 at 23:45



Nasehat Pesilat Ketika Anaknya Hendak Belajar Silat Pada Orang Lain


Nak, jika engkau hendak berguru silat pada seseorang hendaknya kau cam ini ;
Jika kau telah hendak datang kepadanya.
Berarti setidaknya kau telah mempercayainya, jagalah kepercayaan itu
Jika kau telah sampai tempatnya
Berarti kau sudah telah ada niat untuk belajar
Maka rendahkanlah dirimu di hadapannya karena kau datang untuk menjadi muridnya
Jika pada waktunya sampai kau belajar dan menerima pelajarannya
Namun kau pernah tahu dan lihat, anggaplah itu latihan mengingat apa yang telah kau ingat. Jangan menganggap dirimu telah hebat, tetaplah hormat padanya
Jika belum, janganlah kau anggap remeh, karena kadang hal remeh dapat mencelakakan seperti halnya kebocoran kecil pada kapal besar
Tetaplah jujur pada dirimu
Andaikan yang kau jadikan guru bertubuh kecil dan telah berumur lanjut maka tetap hormatlah padanya tanpa harus melihat hal itu.
Begitu juga jika gurumu bertubuh tinggi besar dan tegap dan berumur tak jauh darimu tetaplah hormat layaknya murid
Berpikirlah baik dan ambil pengandaian yang setara dalam benakmu
Andai saja kau merasa lebih kuat dan tubuhmu lebih besar daripadanya namun  ia mahir dalam berjurus, maka lihatlah dan rasakan pada dirimu dan teruslah berpikir, ” jurus orang yang lebih kecil ini mampu menahan yang lebih besar, bagaimana jika aku yang besar menguasainya?”
Jikalau ia telah tua dan berumur maka berpikirlah,”setua ini masih begitu bagus dan mampu mahir dalam berjurus apalagi saat muda dulu?” dan berpikirlah,” sanggupkah dirimu sepertinya saat setua itu?”
Kalaupun gurumu itu muda, kuat dan berbadan tegap melebihimu maka tetaplah berbaik pikir dan sangka, dan tetapkan dalam hatimu,”aku harus sekuat dan semahir dia jika belajar ini nanti”
Pada saatnya nanti kau akan temui hal yang baru yang belum pernah kau alami dan terasa asing  
Tanyakanlah dengan niatan tulus bertanya dengan tidak menghakimi
Banyak hal berbentuk perlambang yang akan kau temui sebagai bentuk kesantunan dan tata krama adab timur maka datanglah sebagai orang yang mencoba mafhum dan memahaminya
Andai gurumu meminta sebutir telur sebagai syarat menjadi murid, pahamilah bahwa kau datang sebagai “telur’ yang harus dierami hingga tumbuh menjadi ayam yang memerlukan induk. Jika makna simbolis ini tak juga kau pahami, anggaplah telur itu untuk lauk teman makan gurumu yang dapat memberi protein sebagai asupan gizi di sarapan paginya.
Bisa jadi kau akan temui guru yang mensyaratkanmu membawa pisau tumpul atau mungkin juga meminta pisau yang tajam. Maka pahamilah bahwa kau datang memang “tumpul” dalam keilmuan yang belum kau pelajari darinya, ikhlaslah kau di”asah” olehnya. Namun jika meminta pisau tajam, maka itu berarti pemberian pisau tajam itu bermaksud memotong ke“aku”an dan kesombonganmu, ikhlas kau jika ditegur dan dinasehatinya. Namun jika kau tak juga mau mengerti kedua hal ini, tetaplah berbaik sangka. Mungkin gurumu memang memerlukan pisau entah untuk dapur atau keperluan lainnya. Tak susah memberikan sepotong pisau padanya bukan?
Atau ada syarat yang meminta garam dan cabai merah, itu memiliki makna bahwa kau jika belajar di silat harus hingga te “rasa” dan jangan kepalang tanggung. Jika harus asin maka haruslah seperti garam di laut atau jika pedas maka harus bagaikan cabai merah. Tapi jika dalam benakmu ada perasaan “menolak” meski secuil karena urusan rasional maka berpikirlah, guru hanya meminta cabai dan garam… mungkin ia memerlukannya. Penuhilah karena hal itu mudah….
Jika ia meminta syarat kembang tujuh rupa dan kau harus dimandikan saat malam selesai berlatih dan pemahamanmu tak sampai hingga masalah energi dan hubungan antara kembang-kembang dalam air itu untuk apa, maka anggaplah itu agar kau segar dan tak lagi berbau keringat setelah selesai belajar silat dan tetaplah berpikir jernih mungkin jaman guru dari guruku dulu belum ada sabun. Dan anggaplah itu sabun alami yang baik ketimbang yang terbuat dari bahan kimia.
Jika ada permintaan selembar kain untuknya maka pahamilah bahwa memang seharusnya murid memberikan kebutuhan pakaian sang guru, jika kau berlebih belikanlah pakaian yang terbaik untuk gurumu.
Jika kau dapati ia meminta beras secupak atau setanggang… pahamilah bahwa memang sepantasnya dan seharusnyalah murid dalam menuntut ilmu tak boleh mengganggu kebutuhan dapur sang guru, maka penuhilah kebutuhan hariannya jika kau sanggup. Jangan meremehkan permintaannya yang hanya meminta beras secupak apalagi menertawakannya dengan menganggap betapa “murah”nya belajar padanya, tidak nak… ilmu silat itu sangat berarti dan tak ternilai, ketika kau memberi gurumu beras yang sedikit itu dengan merendahkan dan menertawakannya berarti hargamu dan pemahamanmu hanya sampai beras secupak itulah, maka janganlah kau persempit pemikiranmu hanya sampai di sana.
Jika ia bilang padamu bahwa tak ada bayaran atau bayar seikhlasnya dalam belajar silat, maka pahamilah bahwa silat memang tak sepadan dengan nilai uang maka berikanlah yang terbaik. Jika ia meminta seikhlasnya, janganlah kau anggap bahwa hanya sepeser dua peser uangmulah yang cukup untuknya. Namun ia meminta muridnya senang hati membantu gurunya. Maka berpikirlah kau dalam posisinya, manakah yang akan membuatmu ikhlas sebagai guru jika menerima lima puluh ribu atau lima juta? Tentunya kita akan sangat ikhlas menerima rejeki yang lebih besar. Maka ukurlah keikhlasanmu itu juga dengan keikhlasan menerima gurumu. Jika tak mampu memberi besar maka memberikanlah yang cukup. Jika kau tak mampu juga dengan materi, bantulah dengan tenagamu, pikiranmu dan pengabdianmu.
Jika kau dapati acara kecer, peureuh atau teteskan mata dengan air sirih maka berpikirlah bahwa memang diperlukan membersihkan matamu saat telah belajar silat jika kau tak mampu memahami hingga ke hal tersebut. Anggap itu sebagai perhatian gurumu pada muridnya
Bilamana kau temui bahwa selesai belajar jurus gurumu mengurut / memijat tangan murid satu persatu dan seringkali dianggap sebagai “menurunkan elmu” maka jika kau tak mau berpikir demikian, tetaplah berpikir baik, itu mungkin salah satu kebaikan seorang guru untuk menghilangkan efek latihan seperti cidera atau pegal atau apalah yang ada di tangan muridnya, ia mau mengurut atau memijatnya. Dan jangan beranggapan dengan diurut kau bisa semua ilmu yang ada di gurumu dan tahu segalanya, karena dalam silat hanya mengenal yang terus belajar dan mengasah serta mengertilah yang akan tajam keilmuannya.
Jika ada yang bertentangan dengan apa yang kau tahu, janganlah lantas kau mencerca dan mencacinya di belakang. Akan tetapi tetaplah lihat dalam sisi baiknya. Kalau saja gurumu dalam pengetahuan agama Islam kurang dan menganggap bahwa ayat dan bacaan dalam menghalau ini itu, atau dengan “hanya” bismillaah dia dapat tak mempan dibacok. Janganlah lantas kau hakimi dia, renungkanlah bahwa dengan bismillaahnya orang yang berpengetahuan agama sedikit dibandingmu, kenapa mampu membukakan pintu langit hingga Allah melindunginya dari senjata tajam yang mengenai kulitnya? Terlepas dari bantuan jin atau apa, ini tetap adalah kebaikan Allah yang rahman pada mahluk-Nya. Belajarlah tentang apa yang menjadi keikhlasannya hingga mampu mengetuk pintu langit. Jika masih juga pikiranmu tak menerima hal ini, maka anggaplah…. Sungguh Maha Kuasa dan Maha Penyayang Allah pada mahluk-Nya, hingga semua yang tak mampu akal terima bisa kau lihat.
Agama kita tak pernah melarang menimba ilmu pada siapapun untuk kebaikan, meski yang akan kau pelajari membuat panah sekalipun atau pedang yang dalam benak setiap orang itu adalah alat untuk membunuh. Namun tidak demikian dalam hidup ini, nak. Panah mungkin untuk bisa untuk membunuh, namun banyak orang di hutan belantara sana yang memanah untuk kebutuhan makan yang akan menghidupi keluarganya yg jika mereka hidup dapat menjalankan kewajiban untuk Tuhannya. Pedang tak selamanya alat bunuh, kini banyak kau lihat itu sebagai alat perlambang status atau sekedar pajangan... Jika kau murid yang baik dan lebih berpengetahuan agama lebih baik dari guru silatmu, perlihatkanlah segala kebaikan yang kau pelajari dari agama buatlah ia bangga kau jadi muridnya. Nantinya tak perlu kau ajari seseorang guru yang telah terpikat oleh kebaikanmu.   
Jika gurumu berkata-kata, ingatlah. Jika ia memiliki kesalahan maafkanlah.
Jika ada terlihat jelek dan aib pada gurumu, jadikanlah pelajaran bahwa kau tak harus sepertinya, tetaplah ambil kebaikan yang ada padanya. Tinggalkanlah yang jelek. Karena meski keluar dari tempat yang sama, telur ayamlah yang diambil oleh kita untuk makan ketimbang yang lain.
Jika ia bergurau tetaplah anggap sebagai gurumu yang menggantikan orang tuamu mendidik. Jika kau senang bercanda, jadikan candamu untuk membuat gurumu tertawa dan terhibur, bukan menjadikan gurumu bahan tertawaanmu dan untuk menghibur orang lain
Jika saat bersedih, datang dan hibur meski kau tak memiliki apapun, kehadiran murid saat guru bersedih bagaikan orang tua yang bersedih namun didatangi anak-anaknya.
Jika ia memiliki kekurangan, cukupkanlah jika kau mampu dan tutupilah.
Tiap manusia memiliki kelebihan, pelajarilah kelebihannya itu. namun ia juga memiliki kekurangan maka tutupilah dengan daya dan upaya juga kelebihan yang kau miliki.
Dalam belajar jangan kau bawa apa yang kau miliki dan yang kau tahu, namun datanglah sebagai cawan yang kosong untuk dipenuhi oleh ilmu yg akan ia bagi. Jangan kau isikan cawanmu dulu, karena tak selamanya yang dicampur akan memiliki rasa baik.
Merendahlah di hadapan seorang gurumu nak, itu akan menaikkan derajatmu di mata orang lain. Namun jangan kau rendah diri saat kau hanya belajar silat di halaman rumah gurumu yang hanya sepetak atau hingga tak memiliki lahan, gurumu melatihmu di dapur. Bahagialah kau nak, memiliki guru yang rela memberi ‘ruang pribadi’ yang seharusnya tabu dimasuki orang lain namun boleh kau gunakan. Itu penghargaan guru terhadap murid, terimalah. Jadikan pelajaran bagimu bahwa banyak cara orang yang harus kau pahami dan hargai.
Sekalipun nantinya guru silatmu hanyalah seorang tukang becak, pedagang asongan, hansip, penjaga pintu kereta api atau seorang tukang sampah sekalipun, tetaplah belajar padanya tak perlu malu. Jangan kau melihat artian hidup ini hanya dari buku yang dibuat, namun belajarlah dari kehidupan. Filosofi silat itu nyata di depan matamu nak. Jangan kau merasa rendah diri dengan belajar pada mereka yang hanya memiliki pekerjaan yang menurutmu di bawahmu. Dan jangan pula hanya dengarkan makna dari artian filosofi bela diri yang dibuat orang dan bangsa lain yang telah tertata di dalam bukunya, hidup ini tertata bukan seperti urutan dalam buku namun tertata dalam keunikannya. Jangan pula menghakimi bahwa nilai filosofi sebuah pencak silat itu tak sedalam bela diri luar. Banggalah jadi bagian bangsa ini, jika kau nanti bertemu dengan kawanmu yang membanggakan guru besar bela diri asingnya seorang profesor yang merumuskan makna kehidupan dan harmonisasi kehidupan itu dengan bukunya. Tetaplah bangga dengan gurumu yang meski hanya seorang tukang becak atau pedagang asongan sekalipun, ia tetaplah gurumu, cam kan itu ! Biarkanlah ia selesai membanggakan makna dan artian filosofi bela dirinya, dengarkanlah dengan seksama. Lalu perhatikanlah. Katakanlah padanya, jika seorang profesor dan ahli bela diri lalu mengajarkan makna kehidupan dan harmonisasi kehidupan pada muridnya yang hanya mahasiswa atau pelajar itu bukanlah hal hebat sebenarnya, yang mencerminkan artian dari makna kehidupan. Memberi saat berlebih adalah wajar, namun memberi pada saat hanya memiliki satu-satunya yang kau miliki itu adalah luar biasa. Adalah hal biasa jika kau temui orang berpendidikan berkecukupan memberikan ilmunya kemudian dipatok dengan harga. Namun jika orang yang papa memberikan ilmu yang hanya dimiliki satu-satunya dan hanya dengan bayaran ke“ikhlas”anmu itu adalah luar biasa, begitu juga jika tukang becak atau pedagang asongan mengajarkan ilmu yang hanya satu-satunya ia miliki dan mau berbagi pada yang lebih kaya dari padanya, itulah yang luar biasa. Dan adalah suatu kebanggan luar biasa jika kau yang mahasiswa mau belajar pada orang yang tak memiliki latar belakang akademis dan gelar pendidikan formal, itulah kerendahan hati dan kemauan belajar yang sesungguhnya. Itulah makna filosofi yang terdalam…Nah, itulah yang akan kau temui dan miliki.
Nak, jika kau anak yang serius, maka buatlah gurumu kagum dengan keseriusanmu mengkaji ilmunya itu.
Nak, mungkin kau lelah dengan nasehat ini, tapi inilah yang akan kau hadapi jika ingin menjadi pesilat. Karena begitu gelar pesilat tersandang dibahumu, itu tak otomatis menjadikanmu apa yang sedang kau pelajari menjadi milikmu. Ilmu itu akan menjadi milikmu jika gurumu telah menganggapmu pantas menerimanya dan mengamanatkannya padamu untuk diajarkan lagi pada orang lain. Kau akan menjadi bagian dari suatu perguruan atau aliran silat jika kau telah mempelajarinya lama dan sungguh-sungguh, jangan mengganggapnya ilmu itu milikmu jika kau baru dapat hanya bagian permukaan, jangan kau menganggap itu milikmu jika  kau belum berbakti padanya.
Nak, pesilat itu gelar gratis yang berat dan teramat berat jika disandang dipundakmu, jangan kau jadi pesilat kalau cuma sekadar ikut-ikutan. Jangan pula berharap jadi pesilat kalau kau cuma untuk ditakuti orang. Jadilah pesilat yang takut pada Tuhanmu, diterima semua orang, dihargai dan dihormati teman dan segani lawan.
Juga jangan berharap silatmulah yang menyelamatkan hidup dari bahaya, namun berpikirlah bahwa usaha belajarmu itulah yang membuahkan hasil hingga mengetuk pintu rahmat Allah yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya. Allah-lah yang tetap menyelamatkanmu, nak. Tak perlu menjadi pesilat jika kau tak berpikir dan bertindak sebagaimana pesilat.
Nak, jika kau tak mampu mengerti dan pahami serta tak sanggup memenuhi apa yang dinasehatkan tadi, urungkanlah niatmu jadi pesilat. Datangilah calon guru silatmu itu dan mintalah maaf karena memang dirimulah yang tak sanggup memikul beban menjadi pesilat. Tetaplah berhubungan dengannya…..

hari telah larut nak, tidurlah....

Jakarta, 20 mei 2011




dari catatannya Iwan Setiawan (FP2STI)

Jumat, 08 April 2011

Buku Sejarah Silat Kumango


Buku Sejarah Silat Kumango

Siapa tertarik silahkan pesan...
Hubungin Dolly Maylissa 0858-858-29027 (via sms)
harga : Rp.20.000 (belum termasuk ongkos kirim

Senin, 28 Februari 2011

Mie Instan VS Silat


Siapa sih yang gak tau mie instan, rasanya semua orang indonesia makanan favoritnya mie instan deh, apalagi kalo pas lagi hujan-hujan, pas lagi kumpul2, pas lagi kemping dan pas lagi gak PUNYA DUIT (pengalaman pastinya).
Entah kenapa mie instan itu terasa nikmat padahal nilai gizinya belum tentu memenuhi kebutuhan gizi kita sehari-hari, apa karena MURAHnya? mudah dimasaknya/ INSTAN? atau memang karena RASAya?
Saya rasa semuanya masuk dalam hitungan. Mie instan jelas lebih murah daripada makan nasi dan lauk pauk, kenyangnya juga sama. Mie instan karena mudahnya dimasak tinggal direbus doang bahkan ada yang bisa langsung disiram air panas, rasanya juga udah ada berbagai rasa yang pastinya mirip dengan makanannya yang asli.
Lantas apa hubungannya Mie instan dengan Silat? Sebenernya gak ada hubungannya selain, kalau habis latihan enaknya makan mie instan,hehehe…
Mari kita umpamakan silat seperti mie instan. Silat bukan hal baru di Indonesia, siapa yang tidak mengenal silat.  Anak kecil sampai aki-aki dan ninik-ninik aja tahu silat (sekedar tahu doang juga gak papa bagusnya ya mesti bisa). Silat, katanya berasal dari Indonesia, Indonesia di teriak-teriakkan sebagai tuan rumahnya silat.  Ikut latihan silat tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena termasuk kategori olahraga MURAH setelah joging (mahalan juga joging, liat aja tuh sepatu lari di mall, harganya bisa ngabisin gaji pegawai pabrik sebulan, kalau silat cukup modal celana silat/celana pangsi yang harganya gak seberapa, kecuali jadi atlit, apalagi atlit yang sudah diatas tingkat nasional, bisa berjuta2 harga seragamnya). Silat juga sebenarnya tergolong MUDAH alias INSTAN, terbukti dari anak-anak, orang dewasa sampe orang tua masih bisa belajar silat, tergantung niat dan kemauan mereka sajalah. Silat kalo dibandingin dengan yang lain RASAnya pasti lebih nikmat dari olahraga yang lain, ada rasa sabandar, cikalong, cimande, sera,  harimau, kumango, tuo, dan yang lainnya, itu baru dari rasa kalo dari bumbunya ada jurusnya yang beraneka ragam yang kalau dikumpulkan bisa jadi perpustakaan, ada ibingannya yang tiap daerah beda-beda, ada tenaga dalamnya, ada ilmu pengobatannya, wah pokoknya silat itu RASAnya komplit dah.
Lantas kalau Mie instan saja bisa digemari oleh masyarakat kenapa silat tidak bisa? Apa masalahnya?
Lihatlah mie instan, diwarung besar sampai supermarket menjualnya, maka silat juga harus seperti itu, dari kampung kecil sampai kota besar, dari halaman rumah sampai gedung olahraga harusnya ada tempat latihan silat. Lihatlah Mie instan yang kemasannya biar dari pelastik tapi beraneka ragam, harusnya silat juga seperti itu. Lihatlah mie instan yang menjadi makanan pertama yang disalurkan untuk para korban bencana, silat haruslah menjadi kemampuan yang pertama digunakan untuk menangani kesulitan hidup.
MIE INSTAN memang MURAH tapi gak MURAHAN. SILAT memang dari KAMPUNG tapi gak KAMPUNGAN.
Sekian terima kasih…salam panjang umur dah buat silat….

mie vs silat

Selasa, 14 Desember 2010

Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010

Pada pembukaan Kejuaraan Dunia pencak Silat 2010 memang cukup luar biasa, para penonton penuh baik tamu undangan maupun masyarakat. Acaranya pun beragam mulai dari Sambutan beberapa tokoh masyarakat (Ketua IPSI, Presiden PERSILAT sampai Menteri  mewakili Presiden) sampai pertunjukan silat. Meriah memang tapi sayang acara ini tidak dihadiri oleh Pendekar utama yaitu bapak Presiden Susilo Bambang Y. yang direncanakan beliaulah yang membuka acara ini tetapi beliau berhalangan hadir karena ada tugas lainnya.

Acara ini diikuti oleh 32 negara, lebih dari 400 atlit dan diharapkan dengan acara ini, pencak silat akan kembali hidup di tanah air, tapi sedikit miris saya, karena acara sebesar ini tidak dihadiri bapak presiden sedangkan beliau sendiri dijadwalkan melihat latihan tim nas sepak bola yang akan berlaga besok 16 desember 2010. Apakah Pencak Silat memang tidak terlalu menarik bagi Presiden? ah entahlah, berpikir positif saja.

PB IPSI sendiri antusias bahwa timnya akan menjadi juara umum dalam acara ini walaupun lawan-lawannya tidak mudah. pada hari pertama dan kedua sudah ada beberapa atlit yang masuk babak selanjutnya dengan mudah. pada Hari ketiga sayang sekali ada beberapa atlit kita yang kalah tapi dari TGR indonesia meraih 6 emas.

Kali ini ada sedikit berbeda dengan acara-acara sebelumnya, walau tanpa persiapan tapi dari PB IPSI sendiri ada permintaan kepada FP2STI untuk unjuk gigi menampilkan silat-silat tradisional yang dijadwalkan tampil pada pukul 13.30-14.00 WIB. Semoga dengan ini silat tradisional tak pernah kehilangan pamornya dibandingkan dengan silat nasional. Rabu kemarin yang tampil Krida yudha Sanalika, Macan Belang Jitu, Margaluyu Pusat, Putra betawi tiga berantai dan Merpati putih dan pada final besok akan tampil paseban, ajirasa, cingkrik rawa belong , sabeni tenabang, pabuci + dr ipsi (1 pergruan). Jadi jangan lupa nonton ya...

Sukses untuk Timnas Pencak Silat Indonesia...Semoga berjaya,,,Terima Kasih kepada IPSI dan FP2STI yang Sudah membangkitkan antusias masyarakat pada silat...

SALAM SYAHBANDAR...!!!

sedikit dokumentasi koleksi pendekar2

Sabtu, 04 Desember 2010

Kejuaraan Dunia Pencak Silat, Sukseskan dan Saksikan

PENCAK SILATIndonesia Bidik Juara Umum
Kejuaraan Dunia 2010

Rabu, 1 Desember 2010
JAKARTA (Suara Karya): Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) menargetkan juara umum pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-14 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 12-17 Desember 2010.

Target juara umum dianggap realistis lantaran Indonesia sebagai tuan rumah. "Target kita adalah tampil sebagai juara umum dari total 23 nomor yang dipertandingkan," kata Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto, yang didampingi Presiden Persekutuan Silat Antarbangsa (Persilat) Edy Nalapraya dalam acara jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/11).
Edy Nalapraya, yang juga mendukung terlaksananya Kejuaraan Dunia ini, mengatakan, Indonesia harus bangga karena budaya bangsanya, yakni pencak silat, kini sudah mendunia. "Meski sudah mendunia, tentu kita berharap tetap menjadi juara umum dalam sisi prestasi pada berbagai ajang internasional," ujar Edy.
Ditambahkan Prabowo, kejuaraan dunia yang diikuti 425 atlet dari 32 negara tersebut akan dijadikan oleh IPSI sebagai ajang untuk melihat kekuatan negara anggota Asia Tenggara yang akan menjadi pesaing pada SEA Games 2010 mendatang di Jakarta.
Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menurunkan 29 atlet untuk tampil di 23 nomor yang dipertandingkan. "Tim Indonesia diambil dari juara PON Kaltim 2008, juara di kejurnas di Surabaya pada Mei lalu, dan juara SEA Games Laos 2009," kata Prabowo.
Sementara itu, dari 32 negara yang telah menyatakan keikutsertaannya, Afrika Selatan (Afsel), akan menjadi negara peserta asing yang paling awal tiba di Jakarta untuk mengikuti kejuaraan dunia, yang menurut rencana dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, itu.
Tim dari negara yang masih belum terlalu mengenal pencak silat itu dijadwalkan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (1/12) menggunakan maskapai penerbangan Emirates Air. "Afrika Selatan datang paling awal, mereka datang lebih awal agar bisa mempersiapkan diri lebih baik," kata Prabowo.
Tim Afsel akan dipimpin oleh Ketua Asosiasi Pencak Silat Afrika Selatan cabang Cape Town Sariat Arifia, serta Priharjono dan Syahrowi, pelatih dan asisten pelatih yang berasal dari perguruan silat Al Azhar, Jakarta.
Empat atlet yang akan berlaga adalah Iman Amina Vancamelbeke, Mogamatammaar Delarey, Ighsan Goondie, dan Shakeel Gillan. (Syamsudin W)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=267399

Jumat, 01 Oktober 2010

Bintang Mahaputera Pratama untuk Eddie Nalapraya


Selamat untuk bapak kita, Pak Edi Nalapraya,
( Mayjen TNI Eddie (Purn) Mardjoeki Nalapraya )
yang telah mendapatkan anugrah Bintang Mahaputera Pratama
untuk baktinya di Pembinaan Olahraga Pencak Silat di Indonesia


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (13/8) siang menganugerahkan Tanda Kehormatan RI kepada 32 tokoh yang dianggap berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa di Istana Merdeka. Berikut adalah nama-nama para penerima Tanda Kehormatan RI.

Bintang Mahaputera Adipradana:
1. Irman Gusman, Wakil Ketua DPD RI periode 2004-2009, dan ketua DPD RI periode 2009-2014
2. Anton Apriyantono, mantan Menteri Pertanian KIB I periode 2004-2009
3. Rachmat Witoelar, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup KIB I periode 2004-2009

Bintang Mahaputera Utama:
1. Laode Ida, Wakil Ketua DPD RI Periode 2004-2009 dan periode 2009-2014
2. Abdul Mukhtie Fadjar, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2008-2009
3. Maruarar Siahaan, Hakim Konstitusi periode 2003-2008 dan periode 2008-2009
4. Darmin Nasution, Deputi Gubernur Senior BI, periode 2009-Sekarang
5. Midian Sirait, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan DepKes periode 1978-1988

Bintang Mahaputera Pratama:
1. Letjen TNI (purn) Bambang Darmono, Wakil Ketua Base Aceh, pelaksana harian
2. Mayjen TNI Eddie (Purn) Mardjoeki Nalapraya, Pembina Olahraga Pencak Silat di Indonesia

Bintang Jasa Utama:
1. Mulia Panusunan Nasution, Sekjen Kementrian Keuangan RI
2. Rudy Lengkong Ketua Umum Badan pengurus Pusat Asosiasi Ekspor dan Produsen Handicraft Indonesia
3. Waryono Karno, Sekjen Kementrian ESDM
4. Farid Wadjdi Husain, Anggota Tim Perunding RI dalam proses perdamaian Aceh.
5. Mayjen TNI (purn) Usman Basjah, Anggota Tim Perunding RI dalam proses perdamaian Aceh
6. I Gusti Agung Wesaka Pudja, Anggota Tim Perunding RI dalam proses perdamaian Aceh
7. Dino Patti Djalal, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional
8. Retno Kustiyah, Pelatih Cabang Olahraga Bulutangkis

Bintang Jasa Pratama:
1. Eddy Abdurachman, Sekertaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian RI
2. Basoeki Koesasi, Director of Indonesian Engagement Monash University
3. Marthin Billa, Bupati Malinau
4. Willy M. Yoseph, Bupati Murung Raya
5. Diani Budiarto, Walikota Bogor
6. Johanes Gluba Gebze, Bupati Merauke periode 2005-2010

Bintang Jasa Nararya:
1. Itoy Kiskenda Suriahardja, Senior Konsultan Manajemen Marketing PT. Telkom
2. M. Imam Santoso, Deputi Sekertaris Kabinet Bidang Hukum
3. Bambang Setiawan Tejasukmana, Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan
4. Burhanuddin Mahir, Bupati Muaro Jambi
5. Evita Herawati Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM

Bintang Budaya Parama Dharma:
1. Trisutji Djuliati Kamal, Komponis dan Pianis
2. Rahayu Supanggah, Komponis
3. I Gusti Ngurah Putu Wijaya, Sastrawan (arc)

sumber: presidenri.go.id

IPSI Gelar Kejuaraan Dunia Silat di Jakarta

Pengurus Besar Ikatan pencak silat Indonesia PB IPSI akan menggelar Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Padepokan IPSI TMII Jakarta Timur 12-18 Desember 2010 mendatang.

Wakil Ketua Umum PB. IPSI Bambang Rus Effendi di Jakarta Selasa (24/8/2010) mengatakan kejuaraan dunia tersebut akhirnya diselenggarakan di Jakarta, karena kota Samarinda Kalimantan Timur yang semula siap menggelar kejuaraan ini, belakangan menarik diri.


“Hari Senin (23/8/2010) kami telah melakukan rapat dengan Presiden Persilat Edy M. Nalapraya dan diputuskan Jakarta menjadi tuan rumah. Semula diagendakan kejuaraan bergengsi ini berlangsung pada awalnya tahun 2009 lalu,” ujar Bambang.

Dijelaskannya beberapa waktu lalu, Samarinda melalui walikotanya siap menggelar event tersebut. Namun kalah dalam pilkada membuyarkan keinginannya untuk menjadi penyelenggara. Selain itu pada waktu yang bersamaan di Samarinda juga tengah digelar porprov Kalimantan Timur, sehingga tidak meungkin menggelar kejuaraan ini.

Sementara itu Presiden Persilat Edy M. Nalarapraya mengatakan dirinya menyambut baik event tersebut digelar di Indonesia. “Ini kesempatan baik bagi kita. Saya harap kejuaraan dunia nanti dapat menjadi pencitraan Indonesia di mata dunia.” kata Edy.

Pada kesempatan terpisah Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB IPSI Tafsil Rimsal menjelaskan menghadapi event dunia itu, PB IPSI telah menyiapkan 27 pesilat terbaiknya. Saat ini para pesilat tersebut tengah menjalani Program Indonesia Emas (Prima). Kejuaraan Dunia ini sekaligus akan dijadikann ajang uji coba para pesilat sebelum mereka tampil di SEA Games XXVI 2011.

“Kami mengharapkan para pesilat yang diterjunkan pada Kejuraan Dunia nanti, mampu meraih sukses ganda. Yaitu turut mendng PB IPSI sebagai tuan rumah Kejuraan Dunia ini,. Juga sukses meraih prestasi terbaik bagi Indonesia,” kata Tafsil.

sumber: tribunnews

eBook Pencak Silat BUNGA RAMPAI PENCAK SILAT


eBook Pencak Silat
BUNGA RAMPAI PENCAK SILAT
Memahami pencak silat secara jernih
PENULIS :
Ochid Aj


LATAR BELAKANG PENULISAN

Menemukan sebuah literatur tentang pencak silat tidaklah semudah mencari buku bela diri lain semacam karate, aikido, tae kwon do, ju jit su, kempo, dll. Apalagi bila dibandingkan dengan buku resep masakan. Toko-toko buku dan penerbit entah mengapa tidak tertarik dengan buku pencak silat, apakah karena masih sangat asing di masyarakat atau kah tidak ada penulis terkenal yang mau menulis tentang pencak silat, belum ditemukan jawaban. Kalau dikatakan bahwa pencak silat itu adalah bagian dari sebuah WARISAN BUDAYA NENEK MOYANG yang perlu dijaga dan dilestarikan, tentunya literatur dan buku tentang pencak silat akan bersanding sejajar dengan buku-buku bela diri lainnya, bahkan harus jauh lebih banyak . Nasib yang sama juga dialami oleh KERIS, warisan budaya nenek moyang yang sangat minim literatur. Krisis kebudayaan? Entah lah.

Dengan segala keterbatasan pengetahuan tentang pencak silat, penulis mencoba merangkum berbagai hal tentangnya yang penulis dapatkan dari pengalaman bergaul dan bersilaturahim dengan teman-teman penggiat pencak silat, para tokoh, para guru dan sesepuh serta dari beberapa forum diskusi yang penulis ikuti. Dengan eBook ini penulis berharap penyebaran informasi tentang pencak silat akan menjadi lebih mudah. Masyarakat yang ingin tahu tentang pencak silat dapat membacanya tanpa biaya, sosialisasi dan kampanye memasyarakatkan pencak silat akan makin marak dengan harapan kelak pencak silat makin dekat dengan keseharian masyarakat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya yang perlu dijaga, dilestarikan dan dikembangkan.

Dalam kondisi ekonomi yang serba sulit bagi sebagian masyarakat (ekonomi lemah, pelajar dan mahasiswa), membeli buku adalah hal yang tidak terpikirkan, apa lagi buku tentang pencak silat. Prioritas tentu saja memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari yang membutuhkan dana tidak sedikit. Apatah lagi media masa sangat enggan menayangkan pencak silat kecuali hal-hal yang berbau mistik. Mungkin karena dianggap tidak komersil dan tidak menjual. Lagi-lagi perhitungan ekonomi.

Disamping itu, kenyataan di lapangan menunjukkan betapa sulit mendapatkan buku-buku pencak silat. Silakan datangi toko-toko buku terkenal dan carilah buku yang membahas pencak silat, jawabannya pasti TIDAK ADA. Satu-satunya tempat yang dapat kita datangi untuk mencarinya adalah “dunia maya”, dunia internet, website, forum diskusi, komunitas dunia maya dan sejenisnya. Tetapi apakah setiap orang dapat menjangkaunya? Tentu saja tidak, karena untuk “hadir” di sana kita perlu memenuhi satu, dan satu-satunya syarat, yaitu JARINGAN INTERNET, bagi sebagian kalangan hal ini juga merupakan faktor penghambat untuk mendapatkan informasi tentang pencak silat.

BUNGA RAMPAI PENCAK SILAT yang penulis susun dalam bentuk eBook ini diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan tersebut. Dengan prinsip getuk tular, maka informasi tentang pencak silat akan menyebar luas dan masyarakat umum dapat dengan mudah memiliki “buku” pencak silat. Asumsikan saja lima orang mendownload eBook ini dan masing-masing kemudian mendistribusikannya ke lima orang lain lagi, maka sudah dua puluh lima orang memiliki buku ini. Apalagi bila terus menyebar maka tidak mustahil eBook ini akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di segala penjuru.

lebih lanjut, silahkan download disini...
http://www.waroengsilat.com/aksesoris/583-ebook-pencak-silat.html

Jumat, 14 Mei 2010

Ikatan Pencak Silat Indonesia

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.


Sejarah dan perkembangannya

Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.

Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur.
Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas.


A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda

Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.

Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi.

Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri. Untuk menjadi prajurit atau pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.


B. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda

Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belandan tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.


C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang

Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.
Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.


D. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.
Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.

Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor. Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bagnsa Indonesia dengan nama "Pencak Silat" yang merupakan kata majemuk. Di masa lalu tidak semua daerah di Indonesia menggunakan istilah Pencak Silat. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Sedang kata pencak sendiri dapat mempunyai arti khusus begitu juga dengan kata silat.
Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.

Silat, mempunyai pengertian gerak bela diri yang sempurna, yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri/ manusia dari bela diri atau bencana. Dewasa ini istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan. Definisi pencak silat selengkapnya yang pernah dibuat PB. IPSI bersama BAKIN tahun 1975 adalah sebagai berikut :

Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Aspek dalam pencak silat

Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian
Umumnya Pencak Silat mengajarkan pengenalan diri pribadi sebagai insan atau mahluk hidup yang pecaya adanya kekuasaan yang lebih tinggi yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya, Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian/kebatinan diberikan kepada siswa yang telah lanjut dalam menuntut ilmu Pencak Silatnya. Sasarannya adalah untuk meningkatkan budi pekerti atau keluhuran budi siswa. Sehingga pada akhirnya Pencak Silat mempunyai tujuan untuk mewujudkan keselarasan/ keseimbangan/keserasian/alam sekitar untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna mengisi Pembangunan Nasional Indonesia dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasilais.

Pencak Silat sebagai seni
Ciri khusus pada Pencak Silat adalah bagian kesenian yang di daerah-daerah tertentu terdapat tabuh iringan musik yang khas. Pada jalur kesenian ini terdapat kaidah-kaidah gerak dan irama yang merupakan suatu pendalaman khusus (skill). Pencak Silat sebagai seni harus menuruti ketentuan-ketentuan, keselarasan, keseimbangan, keserasian antara wirama, wirasa dan wiraga.
Di beberapa daerah di Indonesia Pencak Silat ditampilkan hampir semata-mata sebagai seni tari, yang sama sekali tidak mirip sebagai olahraga maupun bela diri. Misalnya tari serampang dua belas di Sumatera Utara, tari randai di Sumatera Barat dan tari Ketuk Tilu di Jawa Barat. Para penari tersebut dapat memperagakan tari itu sebagai gerak bela diri yang efektif dan efisien untuk menjamin keamanan pribadi.dari ujang solok

Pencak Silat sebagai olahraga umum
Walaupun unsur-unsur serta aspek-aspeknya yang terdapat dalam Pencak Silat tidak dapat dipisah-pisahkan, tetapi pembinaan pada jalur-jalur masing-masing dapat dilakukan. Di tinjau dari segi olahraga kiranya Pencak Silat mempunyai unsur yang dalam batasan tertentu sesuai dengan tujuan gerak dan usaha dapat memenuhi fungsi jasmani dan rohani. Gerakan Pencak Silat dapat dilakukan oleh laki-laki atau wanita, anak-anak maupun orang tua/dewasa, secara perorangan/kelompok.
Usaha-usaha untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat pada Pencak Silat sebagai olahraga umum dibagi dalam intensitasnya menjadi :
Olahraga rekreasi
Olahraga prestasi
Olahraga massal

Pada seminar Pencak Silat di Tugu, Bogor tahun 1973, Pemerintah bersama para pembina olahraga dan Pencak Silat telah membahas dan menyimpulkan makalah-makalah :
1. Penetapan istilah yang dipergunakan untuk Pencak Silat
2. Pemasukan Pencak Silat sebagai kurikulum pada lembaga-lembaga pendidikan
3. Metode mengajar Pencak Silat di sekolah
4. Pengadaan tenaga pembina/guru Pencak Silat untuk sekolah-sekolah
5. Pembinaan organisasi guru-guru Pencak Silat dan kegiatan Pencak Silat di lingkungan sekolah
6. Menanamkan dan menggalang kegemaran serta memassalkan Pencak Silat di kalangan pelajar/mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut dari pemikiran-pemikiran tersebut dan atas anjuran Presiden Soeharto, program olahraga massal yang bersifat penyegaran jasmani digarap terlebih dahulu, yang telah menghasilkan program Senam Pagi Indonesia (SPI).
Pencak Silat sebagai olahraga prestasi (olahraga pertandingan)

Pengembangan Pencak Silat sebagai olahraga & pertandingan (Championships) telah dirintis sejak tahun 1969, dengan melalui percobaan-percobaan pertandingan di daerah-daerah dan di tingkat pusat. Pada PON VIII tahun 1973 di Jakarta telah dipertandingkan untuk pertama kalinya yang sekaligus merupakan Kejuaraan tingkat Nasional yang pertama pula. Masalah yang harus dihadapi adalah banyaknya aliran serta adanya unsur-unsur yang bukan olahraga yang sudah begitu meresapnya di kalangan Pencak Silat. Dengan kesadaran para pendekar dan pembina Pencak Silat serta usaha yang terus menerus maka sekarang ini program pertandingan olahraga merupakan bagian yang penting dalam pembinaan Pencak Silat pada umumnya. Sementara ini Pencak Silat telah disebarluaskan di negara-negara Belanda, Belgia, Luxemburg, Perancis, Inggris, Denmark, Jerman Barat, Suriname, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru.

Program pembinaan Pencak Silat
Pencak Silat sebagai budaya Nasional bangsa Indonesia mempunyai banyak ragam khas maisng-masing daerah, jumlah perguruan/aliran di segenap penjuru tanah air ini diperkirakan sebanyak 820 perguruan/aliran.

Oleh karena itu dirasakan perlu adanya pembinaan yang sistimatis untuk melestarikan warisan nenek moyang kita. Terlebih-lebih setelah Kungfu masuk IPSI, atas anjuran Pemerintah berdasarkan pertimbangan lebih baik Kungfu berada di dalam IPSI sehingga lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadapnya, sekaligus menasionalisasikan.
Standarisasi yang telah dirintis pembuatannya, hanyalah untuk jurus dasar bagi keperluan khusus olahraga dan bela diri. Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai oleh IPSI ialah setiap aspek yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat meliputi :
1. Jalur pembinaan seni
2. Jalur pembinaan olahraga
3. Jalur pembinaan bela diri
4. Jalur pembinaan kebatinan
Keempat jalur ini diolah, dengan saringan dan mesin sosial budaya, yaitu Pancasila
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Pencak_Silat_Indonesia

Selasa, 16 Februari 2010

Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Jangan….

Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. Berbagai tangggapan bermunculan. Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang, ” Itu bukan asli…”

Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu.

Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab.

Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah….
Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini.

Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh…..

Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan.
ref : http://www.facebook.com/notes/iwan-setiawan/melihat-langit-bisa-lewat-kubangan-air-mengukurnya-jangan/308047761911

(iwan setiawan)

Rabu, 25 November 2009

Indonesian Consumunity Expo, FP2STI tampil mengesankan


FP2STI, em mungkin belum banyak yang tau tentang forum yang satu ini. FP2STI yang kepanjangannya Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia yang berdiri tahun 2006 terus berusaha menyabarkan virus-virus kecintaan silat, termasuk di acara satu ini.Untuk Workshop (hari Sabtu, 21 N0v 2009, pkl. 10.30-12.30) :
- Silek Harimau

Perguruan yang tampil untuk atraksi silat (hari Minggu, 22 Nov 2009, pkl. 09.00-10.00) :
- Gerak Gulung
- Cingkrik Goning
- Silat Si Bunder
- Golok Seliwa
- Beksi
“Workshop Silek Harimau”
By Bapak Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam & Team

NB : beliau berperan sebagai Guru Silek Harimau di film MERANTAU.

sedikit laporan pandangan mata dari salah satu anggota forum, Bang Ochid.

ICE 2009 ini diadakan dua hari, sabtu dan minggu tgl 21-22 November 2009.
hari pertama,
Temen2 udah stand bye sejak jam 8 pagi menyiapkan property yg dibutuhkan,
a.l. bang ajad, bang taufan, mas luri, kang iwan dan kang wiwit.. berhubung saya berangkat belakangan, (nunggu gus lam praktek pengobatan dulu)
maka ane kebagian belanja dulu.. beli2 kebutuhan darurat yg belum kepikiran sebelum nya...
berhubung komputer sempet mleduk karena kepanasan, jadi perlu kipas angin, kata bang taufan, hehehe..
Acara pada hari pertama adalah workshop silat harimau yang dibawakan oleh pak edwel dan tim nya.
dipandu oleh mas oong.
sayang sekali tempat yang disediakan panitia sangat sempit, jadi silat harimau tidak bisa menampilkan demo secara maksimal. tetapi antusiasme penonton lumayan lah, ada sesi interaksi berupa tanya jawab.

pada hari pertama cuma ada satu kegiatan tersebut, kekosongan waktu diisi oleh para penggila silat buat
mendemonstrasikan kegilaannya

hari kedua,
jam setengah lapan pagi bang ajad udah teriak2 minta ditemenin, mas luri juga udah ketakutan karena cuman berdua bang ajad aja di stand, hehehe...takut "diapa-apain" sm pendekar satu ini.

pada hari kedua ini, fp2sti berpartisipasi mulai jam 9 pagi,
demo jurus dan atraksi aplikasi dari lima aliran silat..
berhubung saat acara dimulai, cuma ane yg ada dilokasi, jadilah MC dadakan membantu MC dari EO nya.
demo pertama dari BEKSI H HASBULLOH, dilanjutkan oleh GOLOK SLIWA BANG HUSIN, SI BUNDER, GERAK GULUNG, dan terakhir CINGKRIG.

Antusiasme pengunjung cukup menggembirakan, sambutan penonton cukup meriah,
malah berdesak2an mau maju ke depan...
dari segi promosi, tampaknya keikutsertaan forum di ICE ini cukup berhasil.

acara kedua jam 3 sore, seminar..
berhubung ane masih kurang fit, maka gak bisa ngikut acara sampe sore,

Laporanku :
Pulang kenaikan tingkat langsung ke senayan dengan tanpa tidur dan masih lusuh karena belum mandi. biar nunggu agak lama dan nyasar untung bisa sampai kesana dan sempat bertemu beberapa pendekar-pendekar forum yang gokil. sempat juga bertemu dengan beberapa pendekar dari beberapa perguruan yang tak usah diragukan lagi kemampuannya sempat juga foto bersama O'ong Maryono dan beberapa kenalan lainnya.

ini bisa dilihat liputannya berupa video... silahkan dinikmati

http://videosilat.com/video/a7e04f3760e8681/ICE-2009-Beksi-Kid-performance
http://videosilat.com/video/d7833e56a47dfc9/ICE-2009-workshop-silek-harimau
si bunder : http://videosilat.com/video/b2843c96b054312/ICE-2009-sibunder
Beksi remaja : http://videosilat.com/video/3dd247a1f562507/ICE-2009-Remaja-Beksi-Beraksi
bang husin : http://videosilat.com/video/8c7ef4334f531ef/ICE-2009-golok-seliwa-performance-by-bang-husein
cingkrig (p bambang) : http://videosilat.com/video/a892719b1ccab31/ICE-2009-cingkrik-goning
cingkrig : http://videosilat.com/video/fcd0e2150fe8fab/ICE-2009-cingkrik-goning
gerak gulung : http://videosilat.com/video/df0bcfefa8899be/ICE-2009-gerak-gulung


from : Sahabatsilat.com
makasih bang Ochid laporan pandangan matanya.

http://sahabatsilat.com/forum/index.php/topic,1414.45.html