Tampilkan postingan dengan label info sb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info sb. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2016

Jalan menanjak menuju perubahan

PSTD SYAHBANDAR telah berdiri di SMAN 6 TANGERANG (sebelumnya bernama SMAN 5 TANGERANG)  sejak 1996 yang mengkhususkan melatih para guru dan karyawan sekolah guna melindungi lingkungan sekolah dan para murid, karena pada tahun-tahun 90an masih sering terjadi tawuran. Beberapa diantara guru yang berlatih syahbandar kemudian menjadi pembina hingga kini seperti Pak Soetrisno,  Bu Saarah,  Pak Asikin,  dan Pak Bob. 

Tahun 1998, syahbandar mulai diajarkan kepada para siswa, dengan melihat bahwa remaja berumur 15 tahun dianggap telah mampu melindungi diri sendiri dan tentu telah mampu bertanggung jawab. Pada awalnya tidak ada batasan atau tidak ada ukuran pembelajaran,  semua diajarkan.  Baik tenaga dalam,  kebatinan, mental dan fisik. Banyak pengalaman,  kisah dan pelajaran yang menjadi cerita dari mulut ke mulut,  bukan saja menjadi dongeng belaka tapi juga menjadi catatan perkembangan syahbandar ditangerang. Kemudian ditahun-tahun berikutnya sistem dalam syahbandar dibenahi,  baik sistem organisasi maupun sistem pelatihan.

Tahun berikutnya,  ketika sudah banyak senior yang tidak aktif.  Syahbandar tetap bertahan dengan sistem yang ada.  Tidak berubah tapi nyatanya gaya hidup anak-anak remaja yang perlahan berubah. Jika dulu banyak perempuan yang berlatih silat,  perlahan peminat silat dari kalangan perempuan menurun drastis. Jika dulu banyak anak laki-laki yang senang mengolah tubuh dengan berolahraga tapi kemudian banyak yang lebih betah berlama-lama main game dirumah.

Saya (Dolly,  perempuan,  bergabung tahun 2003) merasakan banyak perubahan ketika angkatan saya berlatih dengan angkatan-angkatan muda kemudian.  Jika angkatan saya dulu berlatih dengan sangat keras dan tetap datang berlatih ketika hanya latihan fisik yang dijalani tapi angkatan sesudahnya malah tidak lagi terdengar kabar. Jika angkatan saya suka membicarakan soal silat dan kehebatannya maka yang lain membicarakan soal chatting atau fasion. Pada awalnya pun saya ikut karena ada teman yang
dikenal ikut latihan juga,  beberapa kali kemudian dia mengundurkan diri,  saya sendiri sempat merasa bimbang melanjutkan atau tidak. Apalagi ketika tahun saya bergabung, terkuaklah kasus-kasus kekerasan pada siswa-siswa di tingkat SMA dan perguruan tinggi. Tapi saya memutuskan untuk melanjutkan dan lebih banyak berlatih dengan partner laki-laki. Banyak juga diangkatan saya yang mengundurkan diri dari 150anak tersisa 35anak.

2004-2006 saya mulai belajar melatih,  pada awalnya hanya melatih pemanasan dan fisik (biar fisik saya sendiri kurang bagus), kemudian belajar jadi motivator agar rekan-rekan muda tetap bertahan latihan silat dan hal lainnya. Pada tahun kelulusan tersisa 30orang yang kemudian hanya bertahan 5orang. Yang kemudian tersisa 3 orang hingga saat ini.

Tahun 2008 saya mendapat kesempatan melatih satu angkatan baru. Melatih dengan metoda saya sendiri,  santai dan tidak terlalu banyak porsi latihan,  tapi apa yang terjadi,  ketika kenaikan tingkat kemampuan dibawah rata-rata dari angkatan sebelumnya. Banyak saya menerima masukan dan omelan,  bukan menyerah saya justru kembali belajar. Tahun berikutnya, 2009, saya kembali merubah metoda latihan,  30% fisik,  20% teknik silat (saya belum menguasai banyak)  50% jurus dan ban-banan.  Hasilnya?  Hanya naik sedikit dari tahun sebelumnya.

Akhir tahun 2009-2010 saya kembali belajar teknik disela-sela melatih,  mulai dari membaca buku, melihat video-video silat,  mendalami lagi jurus-jurus sampai membedahnya menjadi satuan-satuan kecil. Meminta penjelasan sedetail mungkin, mengingatnya dan mencatatnya mengikuti jadwal tambahan dan menyempatkan diri datang ke cabang latihan lain. Senior saya sendiri belajar seni silat seperti tepak tiga,  dan mulai belajar silat tanding yang kemudian diajarkan sebagai materi latihan tambahan tidak wajib.

Tahun 2010-2012, materi silat tanding dan seni silat mulai diajarkan,  walau tidak diuji,  tapi menjadi tolak ukur pelatih dalam mengembangkan syahbandar. Teknik dasar pun ditambahkan dengan gerakan-gerakan dasar pukulan,  yang tentunya dipakai dalam gerak radikal dan jurus. Teknik kuda-kuda juga menjadi lebih beragam,  teknik melangkah dan teknik lainnya mulai diajarkan perlahan dan menambah pengetahuan pelatih dan anggota lainnya. Hasilnya meninggalkan senior-senior yang bisa dipercaya melatih dicabang baru.

Pertambahan teknik-teknik tersebut berbanding terbalik dengan pertambahan anggota-anggotanya.  Anggota sedikit sekali sehingga kadang terlihat lucu ketika latihan karena yang datang kebih banyak senior dan pelatihnya. Pada tahun-tahun itu juga dibuka beberapa cabang latihan. Tetap dijalankan biarpun anggotanya sedikit.

Tahun 2013 telah banyak pembicaraan mengenai mau kemana syahbandar melangkah. Tetapkan sebagai silat semi tradisional ataukan berubah menjadi silat yang lebih modern seutuhnya?  Pembicaan tersebut masih belum mendapat jalan dan arah.  Yang para pelatih lakukan hanya melatih dengan materi yang ada. Fisik,  teknik dasar tendangan dan pukulan,  radikal dan jurus. Kemudian percobaan beberapa anggota mengikuti pertanding,  ternyata hasilnya tidak terlalu mengecewakan.

Tahun 2015 saya sendiri melatih di SMAN 6 Tangerang,  sesekali didamping beberapa senior. Teman seangkatan saya dan beberapa rekan sabuk biru melatih di cabang lain. Dengan materi pelatihan dimulai dari pemanasan disambung teknik dasar hingga jam istirahat,  kemudian dilanjutkan dengan jurus dan radikal. Hasilnya tidak terlalu buruk,  fisik mereka terjaga,  teknik juga cukup bagus dan jurus syahbandar tetap bisa diprioritaskan. Ditahun ini juga dewan yang memimpin syahbandar mengijinkan pra pelatih mengajarkan teknik pertandingan tanpa mengurangi teknik khas syahbandar.

Bisa dibayangkan untuk merubah arah saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun,  dengan saling bertukar pikiran,  pengetahuan,  teknik dan berkorban waktu,  tenaga dan materi. Seperti jalan menanjak yang licin,  harus berhati-hati,  perlahan dan sabar. Ya itu jalan menanjak menuju perubahan.

Semoga setiap perubahan di syahbandar tidak menghilangkan keaslian,  ke-khas-an,  dan menjaga keberadaan syahbandar hingga masa tidak ditentukan.

Salam syahbandar!!

Tambahan :
Senior saya bertanya soal emas dalam tumpukan sampah,  apakah itu berharga atau tidak?  Apakah itu layak diperjuangkan atau tidak?  Jawab saya,  emas tetap emas dimana pun dia berada,  di dalam tanah,  ditempat sampah sekalipun, tapi butuh perjuangan yang keras dan tekad yang bulat,  mau menggali tanah atau menghanguskan sampah atau hanya mau memandang dari luar.
Terima kasih atas ilmu dan sarannya.

Senin, 08 Agustus 2016

Pembukaan Cabang Baru

Telah dibuka cabng latihan PSTD Syahbandar di Sport Center Grand Duta Jatiuwung.

Kelas dewasa
Usia : 20-40tahun
Jadwal Latihan : Malam Minggu, 20.00-22.30 wib
Materi Latihan : silat tradisional dan tenaga dalam.
Biaya :
1. Pendaftaran : Rp. 100.000
2. Iuran Anggota : Rp. 180.000 / Bulan
3. Seragam : Rp. 220.000 / Stell

Kelas anak dan remaja
Usia : 10-19 tahun
Jadwal latihan : Minggu, 15.00-17.00 WIB
Materi latihan : silat seni dan silat olahraga
Biaya :
1. Pendaftaran : Rp. 100.000
2. Iuran Anggota : Rp. 100.000 / Bulan
3. Seragam : Rp. 160.000 / Stell

Persyaratan:
1. Mengisi Formulir dan membayar uang pendaftaran dengan melampirkan pas foto
2. Melampirkan tanda pengenal
3. Membayar Iuran Perbulan.
4. Sehat Jasmani dan Rohani.
5. Membayar uang seragam (dapat diangsur).
6. Dapat mengikuti tata tertib ketika latihan.

Keterangan:
1. Bebas uang pendaftaran bagi 100 pendaftar pertama.

Contact Person :
Dolly M. : 085885829027

Kamis, 12 Februari 2009

SB Blog - Web SMAN 6 Tangerang

PSTD SYAHBANDAR yang merupakan salah satu ekskul terlama yang berdiri sejak tahun 1996 turut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di SMAN 6 Tangerang. Seperti saat ini SMAN 6 Tangerang berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut dengan mengupayakan berbagai fasilitas yang telah disediakan.

PSTD SYAHBANDAR pun tak mau kalah dengan usaha yang dilakukan oleh sekolah yang menjadi tempat sekretariat pusatnya itu. Akhirnya beberapa bulan lalu dibuatlah blog SB yang diisi dengan artikel-artikel singkat tentang para anggota didalamnya. Saya sengaja memberanikan diri untuk membuat blog ini karena rasanya perlu berbelok sedikit dari haluan untuk mengembangkan SB dan para anggotanya. Rasanya saya mendapat angin segar ketika saya berbicara kepada Bu Saarah mengenai publikasi silat melalui internet, beliau berkata, "Kita juga harus melakukannya, biar syahbandar lebih dikenal." dan akhirnya jadilah blog SB ini walau sampai sekarang hanya saya yang mengisi artikelnya.

Seminggu lalu ketika a` Adjie selaku penanggung jawab perguruan berkata kepada bu Saarah selaku pembina tentang blog SB ini beliau sangat tertarik dan beliau langsung mengusulkan untuk join dengan web SMAN 6 Tangerang. Akhirnya beberapa hari lalu telah resmilah blog SB join dengan Web SMAN 6 TNG dan menjadi ekskul kedua setelah HIPALITA yang telah mempublikasikan kegiatanya melalui internet. Semoga kerjasama ini membawa dampak baik bagi kedua pihak.

Selasa, 16 Desember 2008

PERSYARATAN SEBAGAI ANGGOTA

Untuk menjadi anggota PSTD SYAHBANDAR harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :


1. Mengajukan permohonan tertulis ( FORMULIR ).
2. Berumur minimal 10 tahun, maksimal tidak terbatas.
3. Memeluk salah satu Agama / Beragama dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4. Sehat Jasmani dan Rohani.
5. Beritikad baik



Larangan dalam PSTD Syahbandar :
1.Merugikan kepentingan PSTD SYAHBANDAR atau Olah Raga Beladiri khususnya Pencak Silat.
2. Berlaku tidak jujur, sombong dan takabur.
3. Berlaku atau berbuat tidak senonoh.
4. Berbuat Kafir.
5. Melanggar ketentuan AD dan ART SYAHBANDAR.



Kewajiban Anggota.
a. Membayar iuran bulanan.
b. Menjaga nama baik Perguruan.
c. Giat, tekun, dan aktif dalam latihan.
d. Setia dan patuh pada peraturan yang berlaku di Perguruan
e. Turut serta dalam perluasan perguruan dan publikasi perguruan serta silat secara umum

LOGO DAN ARTINYA, SLOGAN SERTA TUJUAN


Logo “SYAHBANDAR” masing-masing warna dan bentuk mempunyai arti tersendiri :

a. Bintang
Artinya kompas yang biasa digunakan oleh para pelaut zaman dahulu dan kompas berguna menentukan arah dan tujuan yang berarti PSTD “SYAHBANDAR” mempunyai tujuan yang jelas yaitu membentuk anggotanya menjadi orang yang berguna bagi agama dan negaranya.

b. Langit.
Artinya anggota “SYAHBANDAR” mengetahui diatas langit masih ada langit, berarti Anggota “SYAHBANDAR” tidak meremehkan orang lain dan menyombongkan diri, haruslah sadar bahwa mereka belum berati lebih hebat dan untuk itu mereka haruslah berusaha untuk menjadi yang semaksimal mungkin.

c. Padi dan Kapas.
Berasal dari lambang pancasila yaitu sila ke-5 : “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Karena ruang lingkup “SYAHBANDAR” berada pada anggotanya maka pengertian padi dan kapas disini berarti Anggota “SYAHBANDAR” haruslah adil dalam hidupnya dan didalam “SYAHBANDAR” untuk kesejahteraan diri dan lingkungannya.

d. Telapak Tangan.
Aliran tenaga dalam biasanya dihubungkan dengan telapak tangan dimana asal dari tenaga dalam itu dikeluarkan. Maka PSTD “SYAHBANDAR” adalah silat beraliran tenaga dalam.

e. Warna Kuning.
Orang-orang dahulu (para sesepuh) mengatakan bahwa kuning artinya pemimpin, maka didalam memimpin “SYAHBANDAR” haruslah arif dan menjadi tauladan bagi anggotanya.

f. Pita Penghubung
Pita ini berarti anggota “SYAHBANDAR” selalu memiliki hubungan saudara seperguruan yang baik dengan anggota lainnya.

g. Angka 8 dan 1.
Angka 8 dan 1 jika dijumlahkan menjadi 9 (8+1=9) karena dua angka jika didekatkan menjadi 99, arti dari angka ini adalah 99 nama Allah Yang baik (Asmaul Husna) berarti Anggota “SYAHBANDAR” percaya dan taqwa kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta.


slogan : “Kekuatan tanpa didasari rasa taqwa, tangguh, tanggap, trengginas, dan akhlakul karimah adalah kezaliman. Taqwa, tangguh, tanggap, trengginas, dan akhlakul karimah tanpa adanya kekuatan adalah kelemahan”.


sesuai dengan slogannya maka anggota syahbandar diharapkan menjadi orang yang taqwa, tangguh dan kuat dalam menghadapi masalah, tanggap terhadap keadaan sekeliling, trengginas dalam melaksanakan sesuatu serta memiliki akhlakul karimah.

Usaha dari Perguruan Silat Tenaga Dalam SYAHBANDAR adalah :
1. Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk hal yang satu ini setiap tahun syahbandar selalu melakukan beberapa hal seperti mengadakan ziarah baik ke makan guru besar yang sudah almarhum maupunke makan para wali, gunanya untuk selalu mengingatkan kita pada Allah SWT, apapun setiap 1 muharam anggota syahbandar berkumpul dan mengirim doa bersama agar ditahun yang akan datang menjadi tahun yang lebih baik lagi, tak jarang pula kami setiap hari hara Idul Fitri melakukan kunjungan ke rumah para anggota maupun ke rumah guru dan pelatih untuk saling bersilahturahim dan mengingatkan kita pada kekuasaan Allah SWT yang telah memberi kita berkah yang berlimpah.

2. Mengadakan kerja sama dengan Perguruan lain.
3. Mengadakan Silaturahmi dengan Perguruan lain.
Hal ini sejak dahulu dilakukan dengan mengunjungi perguruan lain dan mengadakan kerja sama dalam bentuk pelatihan baik hanya saling bertukar pengalaman. Saat ini PSTD Syahbandar sedang mengirimkan para anggotanya untuk berlatih dengan seorang guru dari PS Syahbandar Tunggal.

4. Meningkatkan mutu para Pesilat.
Para pelatih tidak membatasi diri dengan ilmu beladiri silat dari perguruan lain, artinya para pelatih terus belajar dan mencari ilmu baru untuk meningkatkan kemampuan para pesilat Syahbandar, tapi bila ilmu yang berasal dari perguruan lain tentu saja dengan seizin perguruan tersebut. Tapi kami pun tetap menjaga kemurnian keilmuan di PSTD Syahbandar.

5. Melestarikan budaya Bangsa Indonesia.
Dengan terus menerima anggota baru dan mengajarkan silat ini tentunya kami secara tidak langsung turut meletarikan budaya bangsa Indonesia yaitu silat.

Minggu, 14 Desember 2008

SEJARAH PSTD SYAHBANDAR

PSTD SYAHBANDAR adalah sebuah perguruan silat yang berasal dari aliran silat SAHBANDAR yang merupakan salah satu aliran silat besar di Jawa Barat.

PSTD SYAHBANDAR yang pelatihannya berbasis pada silat dan tenaga dalam ini telah ada di SMAN 6 TANGERANG dari tahun 1995 yang awalnya hanya diperuntukan untuk parta guru dan pegawai sekolah namun pada akhirnya tahun 1996 pelatihan tersebut dibuka untuk para murid yang bersekolah di SMA tersebut.

Alm.Bpk Syamsudin (pak Cik) menjabat sebagai ketua saat itu. Ketika itu PSTD Syahbandar hanya memiliki 6 jurus dasar. Jurus-jurus tersebut sangat berbahaya oleh karena itu kemudian banyak dibuat pengembangan-pengembangan jurus yang bertujuan untuk membedakan jurus pemula dan jurus untuk anggota yang telah mampu mengendalikan diri menjadi lebih dari 30 jurus, tapi tetap saja penggunaan secara sembarangan dapat berbahaya.

Adapun tokoh-tokoh pendirinya yaitu

Bpk. Adang Gani (Alm)
Bpk. Syamsudin (Alm)
Bpk. Suwardi (Alm)
Bpk. Drs. Soetrisno
Ibu Dra.Saarah
Bpk. Bob P. M. Paloe
Bpk. Drs. Asikin


Waktu terus bergulir begitu juga dengan kepengurusan PSTD SYAHBANDAR.Kini jabatan Ketua Dewan Pelatih serta Ketua Dewan Penanggung Jawab dipegang oleh Adjie P. K, dibantu oleh Heri C. sebagai sekretaris umum, Musa A. sebagai bendahara umum. Untuk system kepelatihannya dewan pelatih dibantu beberapa orang asisten pelatih.

Untuk kepengurusan sehari-hari dijalankan oleh wakil bandahara umum, wakil sekretaris umum, para asisten dewan pelatih dan senior serta pengurus pusat perguruan dan pengurus cabang perguruan.
Kegiatan rutin :
1. Latihan mingguan tergantung tempat dan hari yang ditentukan
2. Menyelenggarakan atraksi pada awal tahun/ pembukaan pendaftaran
3. Pendataan anggota lama dan anggota baru
4. Menyelenggarakan pelantikan anggota baru
5.Menyelenggarakan ujian kenaikan sabuk setiap 4 bulan sekali
6. Menyelenggarakan pelantikan pengurus baru pusat dan cabang
7. Melaksanakan latihan gabungan dengan cabang setiap 4 bulan sekali
8. Melaksanakan latihan di pantai setiap 6 bulan sekali
9. LDK untuk pengurus pusat dan pengurus cabang PSTD SYAHBANDAR


Alamat Perguruan Pusat :
SMAN 6 TANGERANG
Jl. Nyimas Melati no.2
Karanganyar, Neglasari
Tangerang Banten 15122