Selasa, 23 Juli 2013

Loyalitas dalam Dunia Silat

Loyalitas, kita banyak mendengar kata itu jika sedang membicarakan hubungan antar pegawai dan perusahaan, tapi apa itu loyalitas?

Loyalitas bisa dikatakan kepatuhan dan kesetiaan. Kepatuhan seperti apa dan kesetiaan seperti apa yang dimaksud?

Em, apa ada loyalitas dalam dunia "SILAT"?

Seorang guru dalam dunia silat bukan hanya seorang guru, tapi juga orang tua dan teman untuk berbagi. Seorang guru bukan hanya mengajarkan gerak silat tapi juga mengajarkan mengenai sikap dan cara pandang dalam hidup. Seorang guru akan sangat menjaga apa yang ia dapat dulu dari gurunya, menjaga tata tertib dan adatnya. Itulah loyalitas seorang guru kepada guru dan keilmuannya.

Tau kah anda banyak guru silat tradisional yang sangat sayang kepada muridnya, rela membantu mereka ketika ditimpa kesulitan dan mampu menjadi tempat mencari solusi. Itulah bentuk loyalitas pada sikap gurunya dulu yang juga memperlakukannya seperti itu.

Begitu banyak curahan perhatian dan waktu untuk murid dari sang guru, tapi apakah sang murid sadar bahwa guru juga mengeluarkan banyak materil atau uang untuknya? Mungkin jika kita sebagai murid tak sadar ketika kita datang mengganggu waktu istirahatnya yang harusnya bisa digunakan guna memulihkan badannya agar esok hari bisa bekerja dengan baik, tapi guru hanya tersenyum ketika melatih kita, walau kita banyak salah mereka terus mengajarkan dengan tekun, ketika kita lelah setelah berlatih kadang sang guru yg menyuguhi kita minum dan mungkin singkong rebus yang bisa jadi itu adalah makanan terakhir untuk sarapan besok pagi, kita sebagai murid kadang tak sadar kita menggunakan materil yg dimiliki sang guru.

Lantas apa bentuk loyalitas murid kepada gurunya?

Dalam cerita-cerita silat, kedudukan seorang guru silat bisa jadi seperti seorang raja, apa perintahnya ya harus dijalankan, bahkan murid tidak boleh membantahnya, apakah itu benar pada kenyataannya?

Sebenarnya yang terjadi adalah kisah seorang murid yang sangat menghormati gurunya, dianggapnya seperti orang tua sendiri. Banyak murid yang tanpa sadar telah mengabdikan hidupnya untuk sang guru bahkan membantu mencari nafkah. Mungkin itulah bentuk loyalitas pada guru dari seorang murid.

Dalam kisah kisah masa lalu, biasanya muridnya tinggal bersama gurunya ketika menuntut ilmu dan membantu pekerjaan gurunya ketika tidak berlatih, bahkan mungkin akhirnya ada yang berakhir menjadi mantu atau anak angkat. Apakah ini masih ada dalam masa sekarang ini?

Masa sekarang ini orang selalu menilai sebuah nilai dengan mata uang, jika hendak berlatih yang ditanyakan adalah berapa jumlah nilai mata uang yg harus dikeluarkan, sebenarnya itu tidak masalah tapi kadang ada saja orang yang menganggap bahwa ilmu silat itu jika sudah dapat dibeli dengan uang maka itu menyalahi aturan atau kebiasaan, padahal saya rasa hal itu sah saja, karena kita tak seperti orang dulu yang mengabdikan diri kepada guru sepenuhnya, tapi hal itu menjadi tidak wajar bila menganggap nilai mata uang yang ditakar adalah suatu hal yang menyebabkan muncul pemikiran dan  sikap bahwa ilmu silat itu mudah dibeli dan seorang guru adalah orang yang mudah dibeli.

Sebagai bentuk loyalitas seorang murid kepada gurunya bisa jadi dengan memberikan sejumlah uang baik diminta ataupun tidak kepada sang guru sebagai ganti tenaga dan waktu sang guru yang tak bisa kita bayar dengan tenaga dan waktu kita sendiri.

Lantas apa lagi bentuk loyalitas murid pada gurunya? Saya merasa dan mengamati, pantasnya seorang murid juga punya bentuk loyalitas pada keilmuan dan adab sang guru serta pada perguruan tempat ia berlatih, maksudnya seorang murid harus menjaga ke aslian ilmu yang diberikan gurunya jika diberikan ijin oleh sang guru untuk mengembangkan maka bukan berarti merubahnya tetapi mengembangkan keilmuan dengan menjaga aslinya dan memadupadankan pada keilmuan lain, bentuk loyalitas pada perguruan bisa jadi sebuat pemikiran guna perkembangan dan kemajuan perguruan, atau juga waktu dan tenaga untuk mengurus kegiatan di perguruan, bahkan bisa juga berupa materil guna menutupi biaya kegiatan. Selain hal yang saya sebutkan diatas maka ada sikap penting yang harusnya dimiliki oleh seorang murid yaitu menjaga nama baik guru, keilmuan, dan perguruan serta menutup aib mereka.

Salam silat

Selasa, 09 April 2013

Pertandingan Pencak Silat

Dalam dunia olahraga adanya perubahan peraturan dianggap
wajar, karena melihat kondisi dalam pertandingan sendiri.
Kadang ada peraturan baru bahkan ada juga yang kembali pada
peraturan awal.
Tentu saja perubahan peraturan tersebut sudah melalui
pertimbangan-pertimbangan dari orang-orang yang mengerti
dan paham akan olaharaga tersebut.

Pertandingan pencak silat sebenarnya sudah ada jauh sebelum
adanya IPSI lihat saja seperti budaya pencak dor, yang berupa
pertarungan bebas untuk uji kemampuan dan menyambung tali
silaturahmi yang hingga kini masih diselenggarakan di
beberapa daerah Pertandingan pencak silat sendiri berasal dari
pencak silat-pencak silat tradisional yang mengadakan
pertandingan untuk lingkungan sendiri dengan peraturan yang
berbeda-beda guna menguji kemampuan selama masa
pelatihan. Dalam pertandingan pencak silat terjadi banyak
perubahan yang mengikuti perkembangan zaman, sekarang ini
yang utamanya diselenggarakan oleh IPSI untuk tingkat
nasional dan PERSILAT untuk tingkat internasional
pertandingan pencak silat adalah salah satu sarana olahraga
prestasi yang adanya pembatasan baik berupa peraturan
maupun teknik pencak silat. Pertandingan ini diadakan agar
masyarakat tidak hanya beranggapan bahwa pencak silat
bersinggungan dengan klenik maupun mistis tetapi agar
masyarakat lebih mengerti aspek dari pencak silat itu sendiri
yaitu pencak silat sebagai salah satu olahraga yang ada di
masyarakat nusantara serta telah lama digemari masyarakat
terdahulu, sebagai
bentuk wadah dalam menampilkan kemampuan dalam
menghayati dan memperagakan pencak silat baik seni dan
beladiri serta menunjukkan filosofi filosofi yang terdapat dalam
gerak maupun pemahaman pencak silat.

Saya memang bukan seorang atlit, pelatih atlit maupun wasit
juri, saya hanya seorang yang berusaha memahami apa itu
pencak silat dan bagaimana pencak silat bertahan di
masyarakat oleh karena itu berikut ini saya lampirkan peraturan
mengenai pertandingan pencak silat, baik tanding maupun seni
( Tunggal, Ganda dan Regu) yang saya harapkan dapat
dimengerti oleh semua insan pencak silat, dapat diterapkan
bahkan mungkin dapat menjadi acuan untuk memajukan
perguruan mencapai ke4aspek pencak
silat.

Jangan lupakan pencak silat tradisional karena dari sanalah
pencak silat olahraga berasal.

Salam pencak silat!

Maaf pemirsa, blog lewat smartphone terbatas gak seperti di
komputer, file tidak bisa di upload, yang ingin filenya bisa kirim
email ke dm_shadaa @ yahoo .com Format subjek: file
pertandingan,nama

Selasa, 25 September 2012

Cara Daftarkan Perguruan Ke IPSI


IPSI sebagai wadah yang dibentuk dan diakui oleh pemerintah bertugas menaungi perguruan-perguruan pencak silat. Menurut saya, seharunya IPSI bersifat aktif dalam melaksanakan tugasnya baik itu mendata perguruan-perguruan pencak silat maupun mengadakan event-event pencak silat, tapi sepengamatan saya IPSI tidak terlalu aktif dalam mendata perguruan-perguruan pencak silat sehingga banyak perguruan-perguruan yang kesannya asing dengan IPSI.

Jika pihak IPSI tidak terlalu aktif dalam mendata perguruan-perguruan pencak silat yang ada maka perguruan-perguruan tersebutlah yang harus aktif mendaftarkan diri ke IPSI, agar dapat pembinaan dari IPSI.

Bagaimana caranya dan syaratnya apa saja?

Cara untuk daftarkan perguruan ke IPSI adalah datangi kantor IPSI terdekat, bawa syarat-syarat yang diperlukan isi formulisnya deh, hehehehe, Berikut penjelasan lebih lengkap.

Untuk menjadi anggota IPSI Kecamatan, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
yang bersangkutan mempunyai anggota aktif sekurang-kurangnya 25 orang (Biasanya yang diminta adalah jajaran pengurus dan pelatih)

Untuk menjadi anggota IPSI Kabupaten / Kota, organisasi dan/atau perguruan
pencak silat yang bersangkutan mempunyai jumlah Kecamatan sekurang-kurangnya
seperempat (1/4) dari jumlah IPSI Kecamatan yang terdapat di wilayah kerja IPSI
Kabupaten / Kota bersangkutan. Ketentuan ini tidak berlaku bagi Kabupaten / Kota
yang belum mempunyai IPSI Kecamatan dan hanya ada satu (1) organisasi dan/atau
perguruan pencak silat di wilayahnya, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
bersangkutan dapat secara langsung mendaftar menjadi anggota IPSI Kabupaten /
Kota yang terkait.

Untuk menjadi anggota IPSI Provinsi, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
yang bersangkutan harus mempunyai jumlah Cabang yang seluruhnya telah menjadi
anggota IPSI Kabupaten / Kota sekurang-kurangnya setengah (1/2) dari jumlah IPSI
Kabupaten / Kota yang terdapat di wilayah kerja IPSI Provinsi bersangkutan.

Untuk menjadi anggota IPSI Pusat, organisasi dan/atau perguruan pencak silat
yang bersangkutan harus mempunyai jumlah Wilayah dan/atau Cabang yang seluruhnya
telah menjadi anggota IPSI Provinsi sekurang-kurangnya pada 10 dan/atau setengah
(1/2) + satu (1) IPSI Provinsi.

Dalam memenuhi persyaratan untuk mendapatkan keanggotaan IPSI, organisasi
dan/atau perguruan pencak silat harus mengisi formulir yang dapat diperoleh dari
pengurus IPSI setempat dan menyerahkan kembali bersama dengan lampiran-lampiran
lain, yaitu :

1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi dan/atau perguruan yang
sejiwa dan selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPSI.
2. Penjelasan tentang sumber aliran dan sejarah berdirinya organisasi dan/atau
perguruan pencak silat bersangkutan (Alangkah baiknya disebutkan dengan jelas asal keilmuan sang gurunya)
3. Susunan pengurus dan jumlah anggota.
4. Surat pernyataan kesanggupan menjunjung tinggi nama dan kehormatan IPSI dan
mendukung serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kebijakan dan program
IPSI.

Formulir yang telah diisi dan lampiran-lampirannya diserahkan kepada pengurus
IPSI yang bersangkutan, yaitu :
Untuk keanggotaan IPSI Pusat kepada PB IPSI.
Untuk keanggotaan IPSI Provinsi kepada Pengprov IPSI.
Untuk keanggotaan IPSI Kabupaten / Kota kepada Pengkab / Pengkot IPSI.
Untuk keanggotaan IPSI Kecamatan kepada Pengcam IPSI.

Pengurus IPSI yang bersangkutan melakukan penilaian terhadap kebenaran
syarat-syarat dan pengisian formulir keanggotaan IPSI dan lampiran-lampiran yang
telah ditentukan.

Apabila semua syarat dan formulir keanggotaan IPSI beserta lampirannya dinilai
cukup benar, maka organisasi dan/atau perguruan pencak silat yang bersangkutan
diberi sertifikat (surat keterangan) keanggotaan IPSI. Duplikat sertifikat
tersebut dikirim kepada pengurus IPSI setingkat di atasnya dan kepada PB IPSI.

Nah sudah tau kan bagaimana cara daftarnya, jadi kalau sudah bisa terpenuhi syarat-syaratnya tak ada salahnya daftar ke IPSI.

Kemudian muncul pertanyaan apakah jika pencak silat tradisonal mendaftarkan diri ke IPSI maka harus mengikuti pertandingan?

Menurut saya TIDAK HARUS, karena pendaftaran hanya berakibat hukum diakui dan berhak dapat pembinaan. Perguruan pencak silat tradisional sebaiknya mempertahankan ciri khasnya, karena pencak silat tanding berakar dari pencak silat tradisional. Jika yang tradisional sudah tidak ada maka kemudian silat tanding seperti duel biasa saja.

Sekian.

Sumber,(lupa)

video latihan