Kamis, 14 Agustus 2014

Perlu berapa lama belajar silat?

Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan terus menerus. Belajar bukan hanya mengenai ilmu-ilmu disekolah tetapi juga banyak ilmu lainnya, dari kita bayi kita mulai belajar tengkurap, merangkak, berjalan, berlari, makan dan bermain sampai saat ini kita belajar disekolah dan belajar di masyarakat. Belajar juga mengenai sikap, cara berpikir, cara bicara bahkan cara beribadah.

Belajar dilakukan dari membuka mata hingga menutup mata, selama mungkin dan dengan cara apapun. Belajar mempunyai tujuan agar hidup membawa manfaat baik bagi diri maupun orang lain.

Kali ini saya akan membahas mengenai belajar silat.
Belajar silat, apa sih gunanya belajar silat?
Belajar silat beguna untuk mengolah kemampuan fisik seseorang, baik untuk kesehatan maupun untuk beladiri. Belajar silat juga melatih pemikiran dan hati, baik bersikap dan berpikir seperti ksatria ataupun manusia baik hati, serta manusia yang menghargai seni.

Perlu berapa lama untuk belajar silat?
Belajar silat sebenarnya mudah asal ada kemauan dan disiplin, bisa sehari, seminggu, sebulan, setahun, 10 tahun, bahkan bertahun-tahun. Tak ada batasan waktu dalam belajar silat, satu jam pun bisa dikatakan telah belajar silat, tapi silat seperti apa yang dimaksud, apakah setelah belajar kita bisa membawa manfaat atau kita bisa memanfaatkan apa yang kita pelajari?

Banyak orang yang mulanya belajar silat hanya untuk kesenangan saja, dari sekedar mencari teman, mencari keringat atau hanya sekedar memuaskan rasa keingin tahuan lama-kelamaan tanpa disadarinya telah belajar silat sampai bertahun-tahun, banyak hal yang telah dikorbankan untuk belajar silat, entah itu waktu maupun uang bahkan bisa jadi pengorbanan dari diri sendiri.

Mengapa mereka bisa belajar sampai bertahun-tahun, bahkan rela banyak hal mereka korbankan?
Jawabannya adalah mereka berusaha terus mencari apa manfaat dari belajar silat itu sendiri. Jika mereka telah menemukan satu manfaat dari belajar silat, kemudian mereka mulai mencari cara untuk menggunakannya dengan terus berpikir dan berlatih, terus seperti itu sampai mereka menutup keinginan untuk bermanfaat.

Manfaat apa yang kita inginkan sebenarnya ketika mau belajar silat? kesehatan, punya banyak teman, hanya untuk bergaya dan jago-jagoan atau untuk mengabdi diri sepenuhnya pada silat?
Tentu saja banyak manfaat dari belajar silat, coba saja tanya pada guru-guru silat atau pecinta-pecinta silat. menulis dengan kata-kata tentu tak akan cukup. Akan banyak kisah heroik, menyentuh hati bahkan sedih dibalik manfaat beljar silat yang disebarkan.

Itulah sedikit pemikiran saya
Belajar silat boleh hanya satu jam
tapi apa manfaat yang didapat?
Belajar silat bertahun-tahun
tapi apa manfaat yang didapat?
Berpikirlah, manfaat apa yang kamu cari dari belajar silat.

Salam Silat.
DM

Selasa, 23 Juli 2013

Loyalitas dalam Dunia Silat

Loyalitas, kita banyak mendengar kata itu jika sedang membicarakan hubungan antar pegawai dan perusahaan, tapi apa itu loyalitas?

Loyalitas bisa dikatakan kepatuhan dan kesetiaan. Kepatuhan seperti apa dan kesetiaan seperti apa yang dimaksud?

Em, apa ada loyalitas dalam dunia "SILAT"?

Seorang guru dalam dunia silat bukan hanya seorang guru, tapi juga orang tua dan teman untuk berbagi. Seorang guru bukan hanya mengajarkan gerak silat tapi juga mengajarkan mengenai sikap dan cara pandang dalam hidup. Seorang guru akan sangat menjaga apa yang ia dapat dulu dari gurunya, menjaga tata tertib dan adatnya. Itulah loyalitas seorang guru kepada guru dan keilmuannya.

Tau kah anda banyak guru silat tradisional yang sangat sayang kepada muridnya, rela membantu mereka ketika ditimpa kesulitan dan mampu menjadi tempat mencari solusi. Itulah bentuk loyalitas pada sikap gurunya dulu yang juga memperlakukannya seperti itu.

Begitu banyak curahan perhatian dan waktu untuk murid dari sang guru, tapi apakah sang murid sadar bahwa guru juga mengeluarkan banyak materil atau uang untuknya? Mungkin jika kita sebagai murid tak sadar ketika kita datang mengganggu waktu istirahatnya yang harusnya bisa digunakan guna memulihkan badannya agar esok hari bisa bekerja dengan baik, tapi guru hanya tersenyum ketika melatih kita, walau kita banyak salah mereka terus mengajarkan dengan tekun, ketika kita lelah setelah berlatih kadang sang guru yg menyuguhi kita minum dan mungkin singkong rebus yang bisa jadi itu adalah makanan terakhir untuk sarapan besok pagi, kita sebagai murid kadang tak sadar kita menggunakan materil yg dimiliki sang guru.

Lantas apa bentuk loyalitas murid kepada gurunya?

Dalam cerita-cerita silat, kedudukan seorang guru silat bisa jadi seperti seorang raja, apa perintahnya ya harus dijalankan, bahkan murid tidak boleh membantahnya, apakah itu benar pada kenyataannya?

Sebenarnya yang terjadi adalah kisah seorang murid yang sangat menghormati gurunya, dianggapnya seperti orang tua sendiri. Banyak murid yang tanpa sadar telah mengabdikan hidupnya untuk sang guru bahkan membantu mencari nafkah. Mungkin itulah bentuk loyalitas pada guru dari seorang murid.

Dalam kisah kisah masa lalu, biasanya muridnya tinggal bersama gurunya ketika menuntut ilmu dan membantu pekerjaan gurunya ketika tidak berlatih, bahkan mungkin akhirnya ada yang berakhir menjadi mantu atau anak angkat. Apakah ini masih ada dalam masa sekarang ini?

Masa sekarang ini orang selalu menilai sebuah nilai dengan mata uang, jika hendak berlatih yang ditanyakan adalah berapa jumlah nilai mata uang yg harus dikeluarkan, sebenarnya itu tidak masalah tapi kadang ada saja orang yang menganggap bahwa ilmu silat itu jika sudah dapat dibeli dengan uang maka itu menyalahi aturan atau kebiasaan, padahal saya rasa hal itu sah saja, karena kita tak seperti orang dulu yang mengabdikan diri kepada guru sepenuhnya, tapi hal itu menjadi tidak wajar bila menganggap nilai mata uang yang ditakar adalah suatu hal yang menyebabkan muncul pemikiran dan  sikap bahwa ilmu silat itu mudah dibeli dan seorang guru adalah orang yang mudah dibeli.

Sebagai bentuk loyalitas seorang murid kepada gurunya bisa jadi dengan memberikan sejumlah uang baik diminta ataupun tidak kepada sang guru sebagai ganti tenaga dan waktu sang guru yang tak bisa kita bayar dengan tenaga dan waktu kita sendiri.

Lantas apa lagi bentuk loyalitas murid pada gurunya? Saya merasa dan mengamati, pantasnya seorang murid juga punya bentuk loyalitas pada keilmuan dan adab sang guru serta pada perguruan tempat ia berlatih, maksudnya seorang murid harus menjaga ke aslian ilmu yang diberikan gurunya jika diberikan ijin oleh sang guru untuk mengembangkan maka bukan berarti merubahnya tetapi mengembangkan keilmuan dengan menjaga aslinya dan memadupadankan pada keilmuan lain, bentuk loyalitas pada perguruan bisa jadi sebuat pemikiran guna perkembangan dan kemajuan perguruan, atau juga waktu dan tenaga untuk mengurus kegiatan di perguruan, bahkan bisa juga berupa materil guna menutupi biaya kegiatan. Selain hal yang saya sebutkan diatas maka ada sikap penting yang harusnya dimiliki oleh seorang murid yaitu menjaga nama baik guru, keilmuan, dan perguruan serta menutup aib mereka.

Salam silat

Selasa, 09 April 2013

Pertandingan Pencak Silat

Dalam dunia olahraga adanya perubahan peraturan dianggap
wajar, karena melihat kondisi dalam pertandingan sendiri.
Kadang ada peraturan baru bahkan ada juga yang kembali pada
peraturan awal.
Tentu saja perubahan peraturan tersebut sudah melalui
pertimbangan-pertimbangan dari orang-orang yang mengerti
dan paham akan olaharaga tersebut.

Pertandingan pencak silat sebenarnya sudah ada jauh sebelum
adanya IPSI lihat saja seperti budaya pencak dor, yang berupa
pertarungan bebas untuk uji kemampuan dan menyambung tali
silaturahmi yang hingga kini masih diselenggarakan di
beberapa daerah Pertandingan pencak silat sendiri berasal dari
pencak silat-pencak silat tradisional yang mengadakan
pertandingan untuk lingkungan sendiri dengan peraturan yang
berbeda-beda guna menguji kemampuan selama masa
pelatihan. Dalam pertandingan pencak silat terjadi banyak
perubahan yang mengikuti perkembangan zaman, sekarang ini
yang utamanya diselenggarakan oleh IPSI untuk tingkat
nasional dan PERSILAT untuk tingkat internasional
pertandingan pencak silat adalah salah satu sarana olahraga
prestasi yang adanya pembatasan baik berupa peraturan
maupun teknik pencak silat. Pertandingan ini diadakan agar
masyarakat tidak hanya beranggapan bahwa pencak silat
bersinggungan dengan klenik maupun mistis tetapi agar
masyarakat lebih mengerti aspek dari pencak silat itu sendiri
yaitu pencak silat sebagai salah satu olahraga yang ada di
masyarakat nusantara serta telah lama digemari masyarakat
terdahulu, sebagai
bentuk wadah dalam menampilkan kemampuan dalam
menghayati dan memperagakan pencak silat baik seni dan
beladiri serta menunjukkan filosofi filosofi yang terdapat dalam
gerak maupun pemahaman pencak silat.

Saya memang bukan seorang atlit, pelatih atlit maupun wasit
juri, saya hanya seorang yang berusaha memahami apa itu
pencak silat dan bagaimana pencak silat bertahan di
masyarakat oleh karena itu berikut ini saya lampirkan peraturan
mengenai pertandingan pencak silat, baik tanding maupun seni
( Tunggal, Ganda dan Regu) yang saya harapkan dapat
dimengerti oleh semua insan pencak silat, dapat diterapkan
bahkan mungkin dapat menjadi acuan untuk memajukan
perguruan mencapai ke4aspek pencak
silat.

Jangan lupakan pencak silat tradisional karena dari sanalah
pencak silat olahraga berasal.

Salam pencak silat!

Maaf pemirsa, blog lewat smartphone terbatas gak seperti di
komputer, file tidak bisa di upload, yang ingin filenya bisa kirim
email ke dm_shadaa @ yahoo .com Format subjek: file
pertandingan,nama